SMPN 5 Surade Gelar Peringatan Isra Mi’raj dan Syukuran Gedung Baru Hasil Revitalisasi

Foto : Camat Surade sedang potong tumpeng menandai acara syukuran gedung baru, Rabu (14/1) [Jajang S]

LINGKARPENA.ID | Mensyukuri karunia Allah SWT atas nikmat dan anugerah-Nya, keluarga besar SMP Negeri 5 Surade, Kabupaten Sukabumi, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan tasyakur bi’nimat atas selesainya pembangunan gedung baru hasil program revitalisasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (14/1/2026).

Acara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Surade, Kepala SMPN 5 Surade beserta jajaran, Komite Sekolah, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Syukuran ini menjadi penanda rampungnya seluruh pekerjaan rehabilitasi fisik SMPN 5 Surade yang selama ini dinantikan oleh pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Program revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi para siswa.

Camat Surade, U. Suryana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung sekolah tanpa kendala berarti. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.

Baca juga:  Eko Purtjahjanto: Postingan Saya Niatnya Main-Main Tapi Ada Pihak yang Dirugikan

“Alhamdulillah pembangunan gedung ini dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa kendala. Kita patut bersyukur karena ini adalah hasil kerja bersama. Saya titipkan agar bangunan yang sudah selesai ini benar-benar dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan dipelihara dengan sungguh-sungguh agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar U. Suryana.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki dari seluruh warga sekolah dan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya fisik bangunan, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan dan pemanfaatannya untuk peningkatan mutu pendidikan.

Sementara itu, Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, dalam sambutannya menyoroti pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua siswa dalam proses pembinaan peserta didik. Ia mengapresiasi keberhasilan sekolah dalam menjaga kedisiplinan dan perilaku siswa.

Baca juga:  Isra Mi’raj dan Silaturahmi Alumni NU, Wabup Sukabumi Dorong Disiplin sebagai Pondasi Pelayanan Publik

“Alhamdulillah, selama ini dalam catatan kami tidak ada catatan negatif terkait siswa SMPN 5 Surade. Ini menunjukkan pembinaan yang baik dari pihak sekolah dan dukungan orang tua,” ujar Iptu Ade Hendra.

Kepala SMPN 5 Surade, Sari Nursanti, S.E., M.Pd., menjelaskan bahwa sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah mengalami kerusakan parah dan tidak memungkinkan untuk ditangani hanya dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Alhamdulillah, pada tahun 2025 SMPN 5 Surade mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan melalui program revitalisasi. Bantuan tersebut digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta satu unit toilet,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas baru tersebut sangat berdampak positif terhadap kenyamanan siswa, khususnya pada fasilitas sanitasi sekolah.

Baca juga:  Masa Depan Pendidikan Anak Desa Menurut Mahasiswa UMMI

“Sekarang toilet sudah jauh lebih bagus dan representatif. Anak-anak tidak perlu lagi keluar lingkungan sekolah untuk ke toilet. Kita juga sudah memiliki sumur bor, sehingga tidak ada lagi alasan siswa keluar sekolah dengan alasan apa pun,” jelasnya.

Diketahui, rehabilitasi dan pembangunan SMPN 5 Surade dibiayai melalui anggaran pemerintah pusat dengan total nilai sebesar Rp900 juta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Adapun pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi toilet, serta pembangunan satu ruang perpustakaan.

Dengan selesainya program revitalisasi ini, SMPN 5 Surade diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif bagi proses belajar mengajar.

Pos terkait