Sumitra Nelayan Ujunggenteng Asal Bayah, Meninggalkan Nama di Pulau Tinjil Pandeglang

LINGKARPENA.ID | Sumitra (43 tahun) seorang nelayan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi dilaporkan hilang kontak saat melaut. Namun, ada kabar mengejutkan, Sumitra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pulau Tinjil, Desa Cikiruhwetan, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu (2/8/2025).

 

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka kepada awak media menyebutkan, kabar duka itu diterima dari tim gabungan yang melakukan pencarian keberadaan Nelayan asal Bayah ini. Tentu saja adanya musibah ini keluarga besar HNSI Ujunggengeng mengaku merasa terpukul dan turut berbela sungkawa.

Baca juga:  Dua Mayat Besimbah Darah Ditemukan di Ujunggenteng, Diduga Korban Pembunuhan

 

“Betul, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di sekitaran Pulau Tinjil Pandeglang. Kami semua sangat berduka atas peristiwa ini,” kata Asep Jeka.

 

Korban diketahui merupakan warga asal Kampung Gempol 1 Timur, RT 03/07 Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

‎Informasi didapat, pada Kamis (27/7) korban berangkat melaut seorang diri dengan KM Barokah 02. Namun hingga Rabu (30/7) Sumitra dilaporkan hilang kontak. Kondisi itu kemudian dilaporkan pemilik Kapal Motor Barokah 02 ke Pos TNI Angkatan Laut Ujunggenteng.

Baca juga:  Awal Tahun 2023 Danau Situ Gunung Sukabumi Telan Korban

 

“Benar pada Jumat (1/8/2025) kemarin kami menerima laporan dari pemilik KM Barokah 02, melaporkan telah terjadi hilang kontak selama tiga hari,” ujar Letda Laut ( P) Andri Kurniawan, Danpos TNI AL Ujunggenteng.

 

Upaya pencarian kemudian dilakukan tim gabungan dari Polairud Polres Sukabumi, Pos TNI AL Ujunggenteng, KKP, dan Syahbandar Palabuhanratu, dan pencarian itu membuahkan hasil.

Baca juga:  Gerebek Judi Sabung Ayam, Empat Orang Diamankan Polisi di Sukabumi

 

Sementara Kasatpol Airud Polres Sukabumi, Akp. H. Nandang Herawan mengatakan, dugaan sementara KM Barokah 02 mengalami kerusakan mesin lalu terbawa arus hingga terdampar di pulai Tinjil.

 

“Dugaan sementara, kapal mengalami kerusakan mesin dan terbawa arus hingga korban terdampar di Pulau Tinjil,” singkatnya.

Pos terkait