Takdir di Pagi Hari: Pengendara Tumbang di Jalan Cidahu

LINGKARPENA.ID | Pagi itu, Jalan Raya Cidahu tampak seperti biasa. Aktivitas warga mulai menggeliat, kendaraan berlalu-lalang, dan udara segar pegunungan masih terasa. Namun suasana berubah seketika ketika sebuah sepeda motor tiba-tiba oleng di ruas jalan menurun, tepat di depan PT Aqua, Kampung Pojok, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25/3/2026).

 

Pengendara motor tersebut, Cecep Supriatna (57), tak pernah menyangka perjalanan rutinnya dari arah Cidahu menuju Cicurug menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya.

 

Menurut keterangan di lapangan, motor Yamaha X-Ride berwarna biru yang dikendarainya melaju dalam kecepatan relatif pelan. Tidak ada tanda-tanda ugal-ugalan atau gangguan dari kendaraan lain. Hingga akhirnya, motor itu mendadak kehilangan kendali dan terjatuh.

Baca juga:  Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Kandas di Pantai Palabuhanratu Sukabumi

 

Kapolsek Cidahu AKP Endang Slamet mengungkapkan dugaan awal terkait insiden tersebut.

 

“Kendaraan melaju pelan di jalan menurun, lalu tiba-tiba tidak stabil. Dugaan sementara, pengendara kehilangan kesadaran saat berkendara,” ujarnya.

 

Warga yang berada di sekitar lokasi segera berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, nyawa Cecep tidak tertolong. Dari hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan Puskesmas setempat, tidak ditemukan luka berat pada tubuh korban—hanya lecet ringan di beberapa bagian.

 

Fakta ini justru menguatkan dugaan bahwa insiden tersebut bukan semata akibat benturan, melainkan kondisi medis yang datang secara tiba-tiba.

Baca juga:  Kebakaran, Satu Rumah di Cibitung Sukabumi Habis Tanpa Sisa

 

Keterangan dari pihak keluarga membuka sisi lain dari kejadian ini. Cecep diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi. Bahkan sehari sebelumnya, ia sempat menjalani pengobatan.

 

“Memang ada riwayat sakit jantung dan darah tinggi. Sehari sebelum kejadian juga sempat berobat,” terang AKP Endang.

 

Beberapa saksi mata, di antaranya warga sekitar yang melihat langsung kejadian tersebut, turut memberikan keterangan kepada petugas. Mereka menggambarkan peristiwa itu berlangsung cepat, tanpa tanda-tanda yang mencurigakan sebelumnya.

 

Di tengah duka, keluarga memilih menerima peristiwa ini dengan lapang dada. Mereka menilai kejadian tersebut sebagai takdir dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi.

Baca juga:  Pondasi Rumah Ambruk di Cikembar, 3 KK Terancam

 

“Pihak keluarga sudah menerima ini sebagai musibah dan menolak autopsi,” pungkas Kapolsek.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan dapat menjadi faktor krusial dalam keselamatan berkendara. Di balik rutinitas yang tampak biasa, risiko tak terduga bisa datang kapan saja—terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit serius.

 

Kini, Jalan Raya Cidahu kembali seperti semula. Namun bagi keluarga yang ditinggalkan, pagi itu akan selalu menjadi kenangan tentang sebuah perjalanan yang tak pernah sampai tujuan.

Pos terkait