Tawuran Maut di Sukabumi, 5 Pelajar Putus Sekolah Diciduk Polisi

Polres Sukabumi Kota saat menggelar konferensi pers terkait tawuran maut.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota ringkus lima anak putus sekolah sebagai terduga pelaku tawuran yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia.

Peristiwa tawuran tersebut terjadi di Jalan Raya Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Rabu malam, 29 November 2023 belum lama ini.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun mengatakan, akibat insiden tawuran mengakibatkan atas nama M (20) warga Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi meninggal dunia.

Dalam insiden tersebut M, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Betha Medica karena kehabisan darah dengan luka bacok dibagian leher.

“Kelima terduga pelaku R alias A (14), MKR (15), MFF (17), AH alias D (15) dan SBS alias B (17) sudah kami mankan,” kata Bagus, dalam konferensi pers di Mako Polresta dihadapan wartawan, Rabu, (6/12/2023).

Lanjut dia, kasus tawuran ini pecah setelah dua kelompok dari wilayah Kecamatan Cicantayan dan Kecamatan Cisaat. Berawal mereka melakukan perjanjian atau saling menantang di media sosial (medsos) Instagram (IG) dengan cara memberikan pesan Direct Message (DM) kepada akun masing-masing kedua kelompok (red-bukan individu).

Baca juga:  Jasad Nelayan Tersambar Petir di Perairan Tegalbuleud Sukabumi Ditemukan

Kemudian meraka menyepakati untuk tawuran dengan menggunakan kode khusus. Usai sepakat kedua kelompok ini bertemu dilokasi kejadian untuk perang tanding.

“Iya, mereka itu janjian menggunakan medsos kemudian bertemu di suatu tempat untuk perang tanding. Mereka juga tidak pernah mempunyai permasalahan sebelumnya. Ini bukan tawuran pelajar atau antar sekolah. Mereka men- DM mengunakan kode R artinya ready dan kode COD artinya bertemu di suatu tempat,” bebernya.

Selain itu sambung dia, setibanya dilokasi Jalan Raya Cisaat dengan menggunakan sepeda motor. Kelompok korban dari Cicantayan membunyikan klakson sambil membunyikan dengan mengatakan kode Paket-paket sebagai tanda ada tempat.

Dalam aksinya sejumlah motor juga mereka turun termasuk korban lalu mendekati lokasi sambil membawa senjata tajam celurit. Tak selang berapa lama dari arah gang dekat tempat tawuran keluar kelompok terduga pelaku bersenjata tajam serta langsung mengambil batu.

Baca juga:  Renggut Satu Nyawa: Tawuran Pelajar SMK di Kota Sukabumi, Pelaku Dibekuk Sat Reksrim di Wilayah Ujunggenteng

“Kelompok korban berjumlah 15 orang. Namun hanya tiga orang yang terlibat perang. Sedangkan kelompok tersangka atau pelaku berjumlah 10 orang tawuran pun tak terhindarkan meskipun tak seimbang, yang pada akhirnya korban tewas di bacok,” jelasnya.

“Karena kelompok korban ini terdesak, korban berusaha melarikan diri namun dikejar oleh para terduga pelaku. Namun sayang korban ditinggalkan oleh teman-temannya dan korban pun selanjutnya berduel dengan terduga pelaku,” imbuhnya.

Dengan begitu tambah Bagus, tiga orang yang turun, dikeroyok 10 orang. Karena tidak seimbang korban kena bacok dari samping kiri. Merasa terluka, korban langsung kabur untuk menyelamatkan diri.

Korban sempat di bawa ke RS Betha Medika (Jalan Cagak Cibaraja) dengan menggunakan motor. Selanjutnya dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan pertolongan medis untuk visum (termasuk autopsi). Namun nahas korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka leher yang cukup parah.

Baca juga:  Angkutan Umum di Jalan Stasiun Barat Kota Sukabumi siap Beroperasi, Simak Waktunya!

“Polisi sudah menyita sejumlah senjata tajam beserta sepeda motor dan barang bukti lainnya diantarnya empat pakaian tersangka, tujuh celurit, satu golok, satu samurai dan lima handphone turut diamankan,” paparnya.

Kelima tersangka dijerat Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHPidana tentang Kekerasa Secara Bersama-sama yang Menyebabkan Kematian dengan penjara paling lama 12 tahun dan Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan Menyebabkan Kematian dengan penjara paling lama 7 tahun.

“Terduga pelaku saat ini sudah ada di Mapolres Sukabumi Kota untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Pelaku utama ditangkap di daerah Malangbong, Garut. Sisanya bersembunyi di daerah Sukabumi Kota,” pungkasnya.

Pos terkait