Terjadi Kasus Hubungan Sedarah di Sukabumi, Ini yang Mempengaruhinya

LINGKARPENA.ID | Warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan informasi adanya perbuatan inses atau berhubungan intim sedarah antara kakak dan adik kandung. Mirisnya lagi mereka terlahir dari keluarga yang memiliki keterbelakangan mental.

 

IJ (60) dan kedua anaknya, RD (18) dan TN (15), merupakan keluarga miskin yang diduga memiliki keterbelakangan mental. Sejak isterinya meninggal, IJ membesarkan ketiga anaknya seorang diri. Untuk kebutuhan hidupnya ia setiap hari berusaha mencari barang rongsokan seperti botol air mineral.

 

Kini IJ tinggal dan menempati gubuk kecil bersama dua anakanya, RD dan TN di Kampung Mekarasih, Kecamatan Surade. Sementara AS (16) diadopsi seorang dermawan saat ia masih berusia 10 tahun.

Baca juga:  Identitas Mayat di Nagrak Sukabumi Ahirnya Terungkap

 

Diungkapkan tetangganya, akibat keterbelakangan mentalnya mereka acap kali berulah aneh. Suatu hari, tetangganya sempat melihat salah satu anak IJ menyusu pada anjing peliharaan mereka.

 

“Dulu itu RD sering menyusu ke anjing peliharaan mereka. Kami sebagai tetangga sering melarangnya dan menasehati IJ dan Istrinya tapi tidak mereka gubris dan malah berbalik marah,” ungkap tetangga IJ itu.

 

Seorang Kader Posyandu di Desa Pasiripis mengungkapkan, suatu hari ia mengaku pernah melihat TN anak perempuan IJ tengah melakukan hubungan intim layaknya suami isteri dengan RD, anak laki laki IJ. Mereka melakukannya ditempat pemandian.

Baca juga:  Curiga dan Bau Menyengat, Lansia Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan di Cisolok Sukabumi

 

“Saya pernah melihat mereka melakukan hubungan intim. Saya melaporkan kejadian itu pada Kepala Desa, Kader dan Puskesmas. Lalu kami sepakat untuk memasang implant di tubuh TN sebagai upaya pencegahan dan memasektomi ayahnya IJ,” ungkapnya.

 

Dan saat di tanya TN menjawab dengan bahasa isyaratnya kalau dirinya kerap disetubuhi oleh kakanya. Ia pun menjawab diperlakukan seperti itu tidak oleh ayahnya.

 

Kasi kesos Desa Pasiripis Miftahul Ulum juga membenarkan bahwa kondisi TN sangat memprihatinkan. Menurutnya TN kerap alami kekerasan dari IJ.

Baca juga:  Hujan Deras Sebabkan Pagar SMA Negeri 1 Cisolok Ambruk

 

Kepala Desa Pasiripis Nandang Saepul Mikdar, saat dikonfirmasi mengaku bingung memberikan penangan pada keluarga IJ.

 

“Saya sudah 2 kali akan membawa TN ke Panti, namun keluarganya Ijud selalu melarangnya. Bukan tidak mau menolong hanya kami bingung mengambil langkah, keluarganya tidak mengijinkan,” ungkap Nandang.

 

Sebagai langkah pencegahan Nandang mengaku sudah berkordinasi dengan BKKBN dan Puskesmas setempat dan sudah memasang KB implan pada TN.

 

“Bukan kami membenarkan apa yang mereka lakukan, hanya kami mencoba meminimalisir resiko. Tapi kami berharap ada penyelesaian juga kedepan mudah-mudahan,” pungkasnya.

Pos terkait