LINGKARPENA.ID | Dalam upaya mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, asal Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jampangkulon, Anang Janur, S.Pd, menggelar reses kedua tahun sidang 2025 di dua lokasi berbeda di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/5/2025).
Kegiatan reses berlangsung di dua lokasi. Lokasi pertama dilaksanakan pada pagi hari, bertempat di Desa Wanasari, berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan berikutnya dilaksanakan di Desa Sirnasari, mulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari.
Reses dihadiri unsur Forkopimcam dan Pemdes, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan masyarakat lainnya.
Disampaikan Anang Janur dalam sambutannya, bahwa kegiatan reses sangat penting, dan reses merupakan upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat.
“Reses ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Wanasari dan Sirnasari untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Anang Janur.
Dalam reses tersebut sejumlah usulan dan keluhan disampaikan warga kepada Anang Janur, di antaranya adalah permohonan perbaikan jalan usaha tani, peningkatan fasilitas pendidikan, pemasalahan pertanian seperti air, serta usaha masyarakat kecil menengah yang lebih memadai. Warga berharap agar aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dan menjadi prioritas pembangunan di kedua desa tersebut.
Di akhir kegiatan, Anang Janur berjanji akan membawa semua aspirasi ini ke forum dewan untuk dibahas lebih lanjut. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersinergi dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah demi terwujudnya pembangunan yang merata di Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Pajampangan.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Wanasari dan Sirnasari untuk terus menyuarakan kebutuhan mereka, sekaligus menjadi upaya bagi Anang Janur selaku anggota DPRD dalam mewujudkan komitmen mereka untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di daerah konsituennya.






