LINGKARPENA.ID | Tim gabungan Basarnas dan Satpol Airud Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil menemukan korban kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu, 13 Juli 2025 kemarin.
Setelah dilakukan upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Anggota Satpol Airud Polres Sukabumi dan Basarnas Kabupaten Sukabumi, korban laka laut atas nama Fahmi (12) berhasil ditemukan, pada Senin (14/7/2025) dalam keadaan meninggal.
Kasatpol Airud Polres Sukabumi, AKP Nandang Herawan, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya penemuan jasad pelajar yang menjadi korban laka laut di Perairan Pantai Bufalo Rawa Kalong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi tersebut.
“Benar, telah ditemukan jasad pelajar yang menjadi korban laka laut di Pantai Bufalo, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat ditemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujar AKP Nandang kepada Lingkarpena.id (14/7).
Dikatakannya, kegiatan SAR dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Upaya pencaria yang dilakukan oleh regu SAR Basarnas Sukabumi dengan menggunakan rubberboat. Saat ditemukan korban dalam posisi mengambang dan dalam keadaan meninggal dunia.
“Setelah diketemukan kemudian korban di bawa kedarat. Atas persetujuan dan permintaan pihak keluarganya korban langsung di bawa kerumah duka untuk di mandikan dan dimakamkan,” singkatnya.
Dilaporkan sehari sebelumnya seorang pelajar laki-laki bernama Fahmi (12), warga Kampung Cemara Baru RT 02/32, Kecamatan Palabuhanratu, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Bufalo, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (13/7/2025) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu ketika korban Fahmi (12) bersama dua temannya Indah 10) dan Ilham (12), tengah bermain air di tepi pantai.
Namubn tiba-tiba, ombak besar datang dan menyeret ketiganya ke tengah laut. Tim penyelamat dari relawan Jek Zky yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan Indah dan Ilham, namun Fahmi dinyatakan hilang.
AKP Nandang menghimbau kepada para pengunjung pantai agar selalu waspada terhadap kondisi ombak dan tidak membiarkan anak-anak berenang tanpa pengawasan orang dewasa.
Ia juga menghimbau kepada para orang tua atau ketua rombongan wisatawan agar berhati-hati dan waspada serta selalu mengawasi anak-anaknya maupun anggotanya yang bermain di pinggir laut serta tidak berenang atau mandi di laut.






