LINGKARPENA.ID | Pencarian seorang wisatawan asal Jakarta yang terseret arus di Pantai Wisata Kebon Kalapa, Sukabumi, berakhir duka setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi.
Korban, Awwal Salas Al Faruq (20), yang dilaporkan hilang sejak Minggu, 21 September 2025, akhirnya ditemukan setelah upaya pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Jasad Awwal ditemukan sekitar pukul 06.43 WIB, mengambang dan telungkup di perairan sekitar Pantai Cimaja, dengan radius 3 mil laut dari lokasi kejadian hilangnya. Penemuan ini mengakhiri masa penantian keluarga dan tim SAR yang telah berjuang mencari korban selama dua hari penuh.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, S.Kom., M.Sc., membenarkan penemuan tersebut. “Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pagi ini dan selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Palabuhan Ratu untuk kemudian kita serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Rizkiansah.
Awal mula kejadian nahas ini terjadi pada Minggu, 21 September 2025, sekitar pukul 10.30 WIB. Awwal Salas Al Faruq, yang tengah berlibur di Pantai Wisata Kebon Kalapa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan terseret arus kuat saat berenang, menghilang ke tengah perairan.
Menanggapi laporan kehilangan tersebut, puluhan personel SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Tim yang terlibat terdiri dari berbagai instansi dan organisasi, termasuk Pos SAR Sukabumi, Polair Polres Sukabumi, Polsek Cisolok, Balawista Cisolok, Saka SAR Sukabumi, HNSI Palabuhan Ratu, Saka Bahari, RAPI Lokal, Damkar Kabupaten Sukabumi, Komunitas Maritim, ASB, Rumah Zakat, dan Banser.
Upaya pencarian difokuskan pada penyisiran perairan menggunakan perahu karet LCR dan perahu nelayan hingga radius 6 mil laut dari titik terakhir korban terlihat. Selain itu, pengamatan visual juga dilakukan melalui jalur darat dan udara. Drone dikerahkan untuk memantau area seluas 300 meter dari lokasi kejadian, berharap dapat menemukan petunjuk keberadaan korban.
Meskipun harapan untuk menemukan Awwal dalam keadaan selamat terus dipanjatkan, takdir berkata lain. Penemuan jasadnya menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di perairan, terutama bagi wisatawan yang kurang familiar dengan kondisi ombak dan arus laut.
Pihak berwenang dan pengelola objek wisata seringkali mengimbau agar para pengunjung selalu mematuhi peringatan dan menjaga keselamatan diri saat beraktivitas di pantai. Kini, jasad Awwal Salas Al Faruq telah berada di RSUD Palabuhan Ratu dan akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak mengenai pentingnya kewaspadaan saat berlibur di kawasan pantai.






