TNI AL, DKP, HNSI dan Nelayan Bergerak Bersama Rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Cibuaya

LINGKARPENA.ID | Upaya menjaga dan memulihkan kesehatan ekosistem pesisir di selatan Kabupaten Sukabumi kembali digencarkan. Pada Selasa (25/11/2025), Pos Angkatan Laut (Posal) Ujung Genteng bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta komunitas nelayan melaksanakan penanaman karang di kawasan Pantai Cibuaya, Kecamatan Ciracap.

 

Kegiatan restorasi terumbu karang tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Ujung Genteng, Lettu (P) Andri Kurniawan. Ia menegaskan bahwa terumbu karang memiliki peranan besar dalam menjaga keseimbangan biota laut dan keberlanjutan kegiatan nelayan.

Baca juga:  Kades di Sukabumi Minta Aparat Desa Laporan Warganya yang Tinggal di Rumah Reyot

 

“Keberadaan terumbu karang yang sehat sangat menentukan produktivitas laut. Bila karang rusak, hasil tangkapan otomatis menurun. Karena itu, kegiatan konservasi seperti ini harus terus dilakukan dan melibatkan berbagai pihak,” ujar Lettu (P) Andri Kurniawan.

 

Dalam aksi tersebut, personel TNI AL bersama nelayan, komunitas pecinta lingkungan, dan unsur pemerintah menurunkan bibit karang ke beberapa lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain penanaman, TNI AL turut memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut serta bahaya penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem karang.

Baca juga:  Sumringah, Ratusan Warga di Sukabumi Mendapatkan Kartu KKS Kemensos

 

Pihak kecamatan maupun desa menyambut baik sinergi lintas sektor ini. Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga pemulihan ekosistem laut berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan potensi wisata bahari Ujung Genteng.

 

Pantai Cibuaya dikenal sebagai kawasan pesisir dengan panorama indah dan keanekaragaman hayati yang melimpah. Melalui program penangkaran terumbu karang tersebut, wilayah ini diproyeksikan menjadi zona konservasi yang memberikan nilai ekologis sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca juga:  Mensos RI Beri Bantuan Penyandang Difabel di Sukabumi

Pos terkait