LINGKARPENA.ID | Yayasan Pemberdayaan Jabar Cerdas (YPJC) menggelar workshop bertajuk “Menjalin Kolaborasi untuk Pemberdayaan dan Kemandirian Berkelanjutan” yang resmi dibuka pada Rabu (26/11). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor antara YPJC, pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat dalam mewujudkan kemandirian sosial dan ekonomi.
Direktur Executive YPJC, Prof. Drs. Owin Jamasy Jamaluddin, M.Hum.MM.Ph.D, membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi antar lembaga menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pemberdayaan di era saat ini.
“Kolaborasi bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan. Kita harus bergerak bersama agar program pemberdayaan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Prof. Owin.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Gandi Lesmana, SE., M.Si, yang hadir memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya peran UKM dan koperasi sebagai pilar ekonomi daerah serta menyambut baik langkah YPJC dalam menjembatani kemitraan yang lebih inklusif.
Agenda hari pertama diisi oleh dua sesi utama. Sesi perdana berfokus pada sosialisasi “6 Program Strategis YPJC” yang dipaparkan bersama Kesbangpol. Dilanjutkan dengan Sesi Panel Inspiratif yang menampilkan praktik baik kolaborasi dari berbagai mitra, di antaranya STEBIS YPII, D’BESTO Grup, PT SBM, serta Yayasan Pendidikan Inklusif Asia Pasifik.
“Kegiatan ini bukan sekadar seminar, tetapi langkah awal penyusunan aksi nyata,” ungkap salah satu perwakilan panitia.
Workshop akan berlanjut pada Kamis (27/11) dengan pembekalan tata kelola 7 Departemen YPJC, dilanjutkan kunjungan ke Bazar UMKM. Puncaknya, peserta akan mengikuti Diskusi Kelompok untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai output konkret dari kegiatan ini.
Workshop ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem kolaboratif guna mendorong kemandirian masyarakat yang lebih berkelanjutan.






