Tujuh Kecamatan Kota Sukabumi jadi Target Sosialisasi Pencegahan Rokok Ilegal

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat memberikan sambutan pada sosialisasi rokok ilegal di Kota Sukabumi melalui bea dan cukai wilayah Bogor.| ist

LINGKARPENA.ID | Sosialisasi pengenalan barang kena cukai hasil tembakau bagi masyarakat kembali digelar dan kali ini ditujukan ke perwakilan warga Kecamatan Cibeureum di Hotel Sparks Odeon, Senin (14/8/2023).

Kegiatan yang digagas Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi bekerjasama dengan Bea Cukai Bogor ini dalam mencegah peredaran rokok ilegal yang merugikan negara. Hadir dalam momen teraebut Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Ayi Jamiat.

“Pembangunan bisa terlaksana apabila daya dukung yang dimiliki, diantaranya untuk membangun perlu kemampuan keuangan, Di mana, Kota Sukabumi memiliki ketergantungan pada bantuan keuangan pemerintah pusat dan provinsi. Itulah sebabnya pemerintah mengoptimalkan potensi pendapatan negara salah satunya melalui cukai,” kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dalam sambutannya.

Baca juga:  Kodim 0607 Kota Sukabumi Gelar Upacara Hari Juang Kartika ke 77 Sekaligus Do'a Bersama

Lanjut dia, Cukai adalah pungutan negara dikenakan kepada barang tertentu miliki sifat karakteristik yang ditetapkan. Pendapatan dari cukai rokok besar meskipun pemerintah mendoring tidak merokok jauh lebih baik dan kalau pun merokok pilih yang cukai asli bukan ilegal.

Hal tersebut dikarenakan meskipun di satu sisi mengetahui rokok menganggu kesehatan dengan adanya peringatan di bungkusnya. Namun di sisi lain, rokok penyumbang terbesar pada pendapatan negara. Oleh karenanya saat ini berharap cukai rokok memberikan kontribusi besar kepada pendapatan.

”Caranya pastikan rokok yang dibeli legal cirinya seperti hologram, Ia menerangkan total penindakan di 2022 untuk rokok ilegal senasional sebanyak 1.321 dengan nilai Rp 97 miliar dan potensi kerugian Rp 61 miliar,” ungkapnya.

Baca juga:  Hari Kemerdekaan RI, 369 Narapidana Lapas Sukabumi Dapat Remisi Dua Napi Bebas

Sehingga sambung Fahmi, sosialisasi penting karena Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan kesehatan dan sosialisasi penguatan lainnya. Namun ketika jual rokok ilegal, bukan hanya pendapatan dirugikan, akan tetapi masalah kesehatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sebab, rokok ilegal tidak terlacak sejak awal. ” Momen ini semangatnya gempur rokok ilegal, sehingga rokok yang beredar di Sukabumi legal sifatnya,” cetus dia.

Satpol PP dan damkar terang Fahmi lakukan sifatnya edukasi, sosialisasi dan penindakan. Upaya ini bekerjasama dengan institusi lainnya.

Baca juga:  Kafilah Kota Sukabumi Persembahkan Prestasi Gemilang di Pentas PAI Jabar

Pedagang lanjut Fahmi, pastikan jualan rokok legal dan menjaga keamanan bagi konsumen. Intinya kuatkan kebersamaan dalam mencegah peredaran rokok ilegal,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadaman Kebakaran Kota Sukabumi, Ayi Jamiat menambahkan bahwa Sosialisasi ini dengan melibatkan petugas Bea Cukai Bogor yang memberikan informasi mengenai perbedaan rokok legal dan rokok ilegal, Sehingga warga dapat membedakannya dengan mudah.

Di mana sasaran sosialisasi adalah para pemilik warung dan perwakilan RT/RW. Sebelumnya upaya serupa disampaikan ke warga di enam kecamatan lainnya seperti Kecamatan Cikole dan Gunungpuyuh,” singkatnya.

Pos terkait