LINGKARPENA.ID – KSAD Jenderal Dudung Abdurachman meluncurkan buku ‘Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi’. Dia berpesan agar jajarannya tahu di mana kegiatan gerakan kelompok intoleran ini.
“Saya sampaikan ke seluruh jajaran TNI AD kalian harus tahu mereka di mana?. Kegiatannya apa, di mana tempatnya, sehingga saatnya nanti kita tahu apa yang harus kita lakukan. Jangan ragu untuk melawan mereka, karena gerakan ini semakin pesat berkembang,” kata Dudung di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Pusat, Sabtu 29/1/2022 seperti di kutip detik com
Apa yang disampaikan KSAD Jenderal Dudung benar adanya dan saat ini terjadi ditengah-tengah masyarakat dengan berbungkus agama. Masyarakat didoktrin dicuci otak ditanamkan kebencian bagi yang tidak ikut fahamnya langsung dituduh salah. Malahan sampai tuduhan radikal telah kafir dan keluar dari agama pun terjadi.
Kondisi masyarakat dipecah belah di adudomba dengan faham kebencian tujuan akhir mereka Pancasila runtuh, NKRI roboh. Toleransi kebersamaan dan persatuan Indonesia yang kuat sudah terbangun lama diporak porandakan oleh kepentingan asing dengan menggunakan idiologi Transnasional berbungkus agama, dengan jelmaan HTI, Ikhwanul Muslimin dan pergerakan penyebaran faham Wahabi. Inilah yang menjadi otak timbulnya sel-sel gerakan intoleran dalam sebuah operasi Psikologis Gerakan Intoleran dan gerakan radikal yang berujung membangun gerakan teroris di Indonesia.
Operasi Fsikologis Gerakan intoleran dilakukan “asing” di Indonesia yang dijadikan instrumen menyebarkan pemahaman agama yang menyebarkan kebencian. Mereka merasa paling benar seolah-olah kebenaran milik sendiri yaitu mereka-mereka gerakan wahabi, eks HTI, Ikhwanul Muslimin dan pecahan lainnya. Hal ini sudah berlangsung lama, sangat tepat pemerintah tegas dengan membubarkan HTI, FPI dan selanjutnya harus tegas melarang organisasi apapun yang masih menyebarkan faham Wahabi dan idiologi kebencian diseluruh wilayah Indonesia. Faham Wahabi ini salah satu cikal bakal dari gerakan intoleransi di Indonesia dan dunia.
Sebelum terlambat tumpas Habis sel-sel gerakan intoleransi dan radikal yang telah masuk pada organisasi keagamaan, lembaga pendidikan tanpa sadar mengadu domba dan memecah belah masyarakat. Jangan biarkan kedamaian negeri ini dirusak dan dihancurkan oleh mereka agen-agen operasi Psikologis Gerakan intoleransi. Babat habis bila perlu gunakan kayu bersihkan gerakan intoleransi. Jangan khawatir Rakyat Indonesia akan selalu bersama TNI dan Polri untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan NKRI, Merah Putih, Pancasila dan UUD 45.
Pers rilis ini disampaikan pada Sabtu (12/02/2022), oleh Budy Hermansyah Ketua DPW Barikade 98 Jabar dan Abdul Salam Nur Ahmad Dewan Penasehat Barikade 98 Sukabumi yang juga sebagai Presidium Forum Kabuyutan Nusantara dan Majelis Dzikir Nur Muhamad.(***)






