Dua Atlit Potensial Sukabumi, Diklaim Kabupaten Bekasi

LINGKARPENA.ID – Kabupaten Sukabumi disinyalir bakal kehilangan dua atlit potensial peraih medali emas Porda di tahun 2022 nanti. Beredar isu ada dua atlit yang sangat potensial meminta untuk berpindah domisili dan saat ini di klaim oleh Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Kabupaten Sukabumi Fahri menjelaskan dan membenarkan adanya hal tersebut. Kejadian itu berawal KONI kedatangan dua atlit potensial dan meminta pindah domisili ke Kabupaten Bekasi beberapa tahun lalu.

Baca juga:  AIPDA Wiwin: Anggota Polres Sukabumi Berjiwa Emas, Ini Kronologinya!

“Sebelumnya pernah datang ke KONI Sukabumi dua atlit dengan mengajukan domisili dan surat mutasi ke Kabupaten Bekasi. Kedua atlit ini, merupakan atlit potensial peraih medali emas untuk Porda di Tahun 2022 nanti. Kami pikir ini ada modus celah untuk mutasi atlit,” terang Fahri, kepada lingkarpena.id saat dihubungi melalui pesan whatsapp nya, Sabtu 12/2/2022 siang.

Baca juga:  Yasti Tawarkan Bantuan untuk Melanjutkan Sekolah Salma Penjual Gorengan

Fahri menjelaskan, kedua atlit tersebut saat meminta untuk pindah dengan alasan pindah domisili ke Kabupaten Bekasi. Hal ini menjadi perbincangan, tanda tanya dan disengketakan oleh pihak KONI Kabupaten Sukabumi.

“Atlit ini dengan tiba-tiba saja meminta pindah domisili dan mutasi dari Kabupaten Sukabumi. Pihak KONI sendiri tidak berharap atlit tersebut pindah. Sebab, di Kabupaten Sukabumi sendiri hingga saat ini tidak ada masalah,” tegas Fahri.

Baca juga:  Ribka Gelar Reses di Gunungguruh, Sosialisasi Pencegahan Stunting

Diketahui kedua atlit tersebut merupakan atlit cabang olahraga Panahan dan Atletik. Prestasi sendiri yang sudah diraihnya merupakan prestasi medali emas pada Seagames dan saat ini sudah di klaim sebagai atlit Kabupaten Bekasi.

“Target KONI Sukabumi ini 10 besar nanti. Saat sekarang ini jadi kontra produktif. Potensi emas bisa saja jadi hilang. Kejadian KONI yang dulu-dulu kami tidak mau terjadi pada KONI yang sekarang,” pungkasnya.

Pos terkait