Tuntaskan Misi di Sindangraja, KKN OVOD Kelompok 05 UMMI Tinggalkan Warisan “REKABUMI” untuk Desa Mandiri Berkarakter

LINGKARPENA.ID | Tepuk tangan warga menutup rangkaian pengabdian panjang. Selama lebih dari 1 bulan, mulai awal Juli hingga pertengahan Agustus 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik One Village One Department (KKN OVOD) Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) resmi menuntaskan misinya di Desa Sindangraja.

Bukan sekadar datang dan pergi. Kelompok 05 meninggalkan jejak nyata di 5 bidang lingkungan, pertanian, peternakan, digitalisasi, hingga pendidikan karakter. Seluruh program digarap bersama Pemerintah Desa, masyarakat, dan para siswa MA Nurul Hasanah.

Menyuburkan Tanah & Ternak Lewat REKABUMI TANI dan LARAS

Rangkaian dibuka dengan Workshop REKABUMI TANI pada Sabtu (18/7/2026) di Kantor Desa. Petani Sindangraja yang mayoritas menggantungkan hidup dari lahan, diajarkan membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan-bahan di sekitar rumah.

Responsnya luar biasa. “Ilmunya langsung bisa dipakai. Tidak perlu beli mahal-mahal lagi,” ujar salah satu petani.

Baca juga:  Sekda Sukabumi Lepas 4 Mahasiswa UMMI ke Korea Selatan, Ini Amanatnya

Semangat inovasi berlanjut lewat Workshop LARAS – Limbah Arang Ramah Lingkungan Subur, pada Jumat (24/7/2026) di MA Nurul Hasanah. Di sini warga dan siswa praktik langsung membuat biochar sebagai penyubur tanah dan silase sebagai pakan ternak hasil fermentasi. Sampah yang tadinya tak berguna, kini punya nilai ekonomi dan ekologi.

Gempur Sampah dengan REKABUMI di Sekolah. Persoalan sampah digarap serius melalui Workshop REKABUMI – Reduksi dan Kelola Sampah Sukabumi dalam 2 sesi di MA Nurul Hasanah.

Sesi 1 pada Jumat (31/7/2026) membedah pengolahan kompos bersama Gina Nuranti, S.Pd., M.Si. dan budidaya maggot bersama Dr. Aa Juhanda, M.Pd. dan praktisi Yan Yan Mulyana.

Sesi 2 pada Rabu (5/8/2026) mengasah kreativitas lewat pembuatan ecobrick dari sampah plastik yang disampaikan Arfatul Makiyah, S.Pd., M.Kes., Dr. Setiono, M.Pd., dan Sistiana Windyariani, M.Pd. Sesi ini juga menguatkan ketahanan pakan lewat praktik silase oleh Billyardi Ramdhan, S.Pd., M.Si.

Baca juga:  Bertemu DPM UMMI, DPRD : akan Mengubah Kebijakan

Para siswa terlihat paling antusias. Tangan mereka kotor, tapi semangatnya bersih untuk menjaga lingkungan.

 

Go Digital & Kuatkan Karakter

Di era digital, KKN 05 meluncurkan SINDANGRAJA SMARToptimalisasi website desa. Program ini disambut baik pemerintah desa karena menjadi jembatan informasi yang transparan antara warga dan pemerintah.

Di sisi lain, nilai akhlak ditanam lewat program AKAR – Akhlak Sebagai Fondasi Karakter. Setiap Jumat, mahasiswa mengisi materi AIK – Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk siswa MA Nurul Hasanah. Diskusinya interaktif, sehingga nilai agama tidak hanya dihafal, tapi dihidupkan dalam perilaku sehari-hari.

 

Baca juga:  Peduli Literasi, Mahasiswa UMMI Bangun Saung Edukasi

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Antusiasme warga, dukungan penuh pemerintah desa, dan keterbukaan pihak sekolah menjadi kunci keberhasilan pengabdian ini.

“Kami sangat mengapresiasi. Programnya tepat sasaran dan bisa dilanjutkan warga secara mandiri,” ujar perwakilan Desa Sindangraja.

Keberhasilan ini juga buah kolaborasi mahasiswa, akademisi UMMI, dan seluruh elemen desa.

Menutup pengabdian, KKN OVOD Kelompok 05 UMMI berharap inovasi-inovasi ini tidak berhenti di sini.

“Kami datang membawa ilmu. Kami pulang meninggalkan kemandirian. Semoga REKABUMI ini jadi langkah nyata menuju Desa Sindangraja yang lebih produktif, ramah lingkungan, melek teknologi, dan berkarakter kuat,”ujar Koordinator KKN Kelompok 05.

Karena pengabdian terbaik adalah yang membuat masyarakat bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

“Program rekabumi ini terlaksana berkat berkolaborasi dengan Lazismu. Kami ucapkan terima kasih atas pendanaan yangg diberikan,” pungkasnya.

Pos terkait