LINGKARPENA.ID | Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Heri Gunawan pertanyakan pembiayaan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk Usaha Kecil Menengah (UKM).
Hal tersebut disampaikan saat Komisi XI menggelar rapat dengan direksi Bank Syariah Indonesia (BSI) yang bertempat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/09/2022).
“Iya saat ini BSI kinerjanya mengalami penurunan khusus untuk pembiayaan Usaha Kecil Menengah (UKM), padahal para pelaku UKM tersebut banyak masuk diwilayah Industri halal. Sebaliknya BSI malah menggelontorkan pembiayaan lebih besar pada korporasi,” kata Hergun panggilan akrab dikutip dari dpr.go.id.
Legislator Senayan ini juga mengemukakan bahwa hal ini pada rapat Komisi XI dengan direksi BSI, menurutnya kabar ini kurang baik ditengah peran perbankan yang harus ikut untuk memulihkan perekonomian nasional.
“Perbankan juga harus serta merta ikut mendorong agar senantiasa semangatnya tidak hanya mencari keuntungan semata, namun Ekosistem Industri halal yang ingin didorong akan kemajuannya tetapi masih mengalami hambatan sebab pembiayaan UKMnya lemah.
“Kami melihat adanya penurunan pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah yang mencapai 6,63 persen, ini merupakan kabar yang kurang baik untuk pemulihan UKM kita. Sedangkan pembiayaan korporat tumbuh hingga 24,95 persen, dan perlu diketahui bersama ekosistem industri halal itu lebih di dominasi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” jelasnya.
Dengan begitu sambung Politisi Besutan Prabowo ini, pembiayaan BSI untuk segmen Mikro sudah tumbuh 31,13 persen. Fakta ini sudah sejalan dengan upaya peningkatan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini meningkat signifikan.
“Secara umum pembiayaan Anggaran BSI seperti dijelaskan direksinya tumbuh sampai 18,55 persen, kami sangat mengapresiasi masalah ini. Kita melihat segmen kimro tumbuh hingga 31,13 persen, ini tentunya in line dengan peningkatan pembiayaan KUR yang meningkatkan secara signifikan,” pungkasnya.






