Warga Binaan Lapas Warungkiara Kabur Saat Bekerja di Lahan Asimilasi

Warga binaan Lapas Warungkiara kabur saat bekerja di lahan asimilasi.[gambar: ilustrasi ai]

LINGKARPENA.ID | Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan melarikan diri saat mengikuti kegiatan kerja di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (18/8/2026).

 

Warga binaan yang diketahui bernama Patah alias Acil, berusia 23 tahun, tersebut merupakan narapidana kasus pencurian dengan vonis pidana selama 1 tahun 9 bulan. Ironisnya, yang bersangkutan disebut hanya tinggal menjalani masa pidana sekitar dua bulan lagi.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihaknya masih memfokuskan upaya pada pencarian dan belum membeberkan secara detail bagaimana warga binaan itu dapat meninggalkan lokasi.

Baca juga:  Ratusan Perahu Rusak Diterjang Gelombang di Ujunggenteng Sukabumi

 

“Kita sedang melakukan pengintaian dan pencarian. Kalau sudah dapat nanti kita rilis,” kata Panji saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (19/8/2026).

 

Panji mengatakan, Patah diketahui kabur ketika sedang menjalankan aktivitas kerja di lahan SAE yang menjadi bagian dari program pembinaan bagi warga binaan.

 

Menurutnya, saat kejadian Patah sebenarnya sudah berada pada tahap akhir masa hukumannya. “Tahanan sedang bekerja di lahan dan sekitar dua bulan lagi bebas,” ujarnya.

Baca juga:  Fenomena Tanah Amblas di Sukubumi, Kejutkan Warga Ada Suara Gemuruh

 

Pasca kejadian, petugas Lapas Warungkiara langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui keberadaan warga binaan tersebut. Sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian juga menjadi sasaran pencarian dan pengintaian petugas.

 

Hingga Rabu (19/8/2026), keberadaan Patah belum diketahui. Pihak lapas masih mengumpulkan informasi dan melakukan pencarian guna memastikan warga binaan tersebut segera ditemukan.

Baca juga:  Lapas Warungkiara Kembali Nobatkan Pegawai Terbaik

 

Sementara itu, mengenai mekanisme pengawasan di area SAE serta kronologi lengkap kaburnya Patah, pihak Lapas Warungkiara belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Informasi tersebut rencananya akan disampaikan setelah proses pencarian membuahkan hasil.

 

Pihak Lapas Warungkiara memastikan pencarian terhadap Patah masih terus dilakukan. Perkembangan terkait keberadaan warga binaan tersebut akan disampaikan kepada publik setelah yang bersangkutan berhasil ditemukan.

Pos terkait