LINGKARPENA.ID | Warga di kawasan Benteng Brunei, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, digegerkan oleh penemuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa di aliran Sungai Cipelang Gede, Jumat (2/10/2026).
Korban ditemukan di bagian dasar sungai dalam posisi telungkup. Polisi yang datang ke lokasi masih mendalami penyebab korban bisa sampai terjatuh dari area jembatan di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Warudoyong Polres Sukabumi Kota, Arief, mengatakan laporan mengenai penemuan korban diterima pihaknya dari masyarakat. Setelah mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi bersama Kanit Reskrim, Kanit Samapta, serta sejumlah personel lainnya.
“Dari informasi yang kita dapat, almarhum sebelumnya ada di atas sungai ini, ada rel jembatan. Di situ kemudian tadi saksi juga sudah dimintai informasinya, korban sedang bermain handphone, kemudian jatuh,” kata Arief.
Menurutnya, polisi belum dapat memastikan apakah korban terjatuh secara tidak sengaja atau terdapat kemungkinan lain. Karena itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
“Apakah terjatuh atau menjatuhkan diri, nanti masih kita proses penyelidikan,” ujarnya.
Petugas Unit Identifikasi turut melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Dari pengecekan awal, ditemukan luka pada bagian wajah korban yang diduga terjadi akibat benturan dengan batu ketika jatuh ke dasar sungai.
“Korban dalam keadaan telungkup, lukanya benturan dengan batu, sehingga ada luka di bagian wajah,” jelas Arief.
Polisi memperkirakan perbedaan ketinggian antara area jembatan dengan dasar sungai cukup signifikan. Berdasarkan kondisi medan di lokasi, jaraknya diperkirakan sekitar 20 meter, meski warga di sekitar lokasi memperkirakan ketinggian tersebut bisa mencapai sekitar 30 meter.
Sementara itu, proses identifikasi korban masih dilakukan. Beberapa anggota keluarga diketahui telah datang ke lokasi dan disebut mengenali korban. Setelah proses di TKP selesai, pihak keluarga diarahkan ke Bunut untuk penanganan selanjutnya.
Salah seorang warga setempat, Maman alias Home, mengaku sempat melihat korban sebelum kejadian. Saat itu, korban terlihat duduk di atas jembatan sambil memainkan telepon seluler.
Maman menyebut dirinya melihat korban sekitar pukul 10.15 WIB. Menurutnya, hanya berselang beberapa menit setelah melihat korban, pria tersebut kemudian jatuh ke bawah.
“Saya waktu lewat lihat orang itu lagi nongkrong di tempat itu sambil pegang handphone. Mungkin baru sekitar dua menit, langsung jatuh,” ungkap Maman.
Saat kejadian, Maman berada di bagian bawah sungai, sementara korban berada di atas jembatan. Ia mengaku tidak mengenal korban secara pribadi.
Maman hanya memperoleh informasi dari warga lain bahwa korban diduga merupakan warga Kramat dan datang dengan menggunakan sepeda motor.
“Saya lagi di bawah dan korban ada di atas. Waktu jatuh juga lihat, saya tidak kenal. Katanya warga Kramat, bawa motor,” tuturnya.
Maman juga mengatakan korban tidak menunjukkan pergerakan setelah berada di dasar sungai. Ia melihat adanya darah pada bagian kepala korban.
Polisi hingga kini masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk penyebab korban berada di atas jembatan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Cipelang Gede.






