LINGKARPENA.ID | Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 104 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Juni 2025. Angka tersebut tersebar di sejumlah wilayah operasional di Kabupaten Sukabumi.
Kasi Pemadaman Damkar Kabupaten Sukabumi, Iyus, menjelaskan bahwa mayoritas kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian penggunaan kompor. Dua faktor itu paling sering terjadi di kawasan permukiman dan lahan kering.
“Dari total 104 kejadian, rinciannya meliputi kebakaran bangunan sebanyak 73 kasus, lahan 1 kasus, kendaraan 11 kasus, limbah 3 kasus, dan lainnya 16 kasus,” ujar Iyus, Senin (21/7/2025).
Dari peristiwa tersebut, Damkar mencatat kerugian material mencapai lebih dari Rp3,28 miliar. Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp2,78 miliar. Selain itu, satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Damkar akan terus menggencarkan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran ke berbagai lapisan masyarakat.
“Kami terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan warga agar kejadian serupa bisa ditekan,” tambahnya.
Damkar juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik dan api, serta memastikan instalasi listrik di rumah terpasang dengan standar keamanan yang baik.
“Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan agar Sukabumi makin tangguh menghadapi ancaman kebakaran maupun bencana lainnya,” pungkasnya.
Reporter : Rijal
Editor : Redaksi






