12 Tuntutan Kado PMII di 111 Hari Kerja Walikota Sukabumi, Boby: Ini Bagian dari Demokrasi

FOTO: Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Sahabat Bahrul Ulum saat menyampaikan langsung tuntutan di depan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Rabu 11 Juni 2025.| Rijal

LINGKARPENA.ID | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pengurus Cabang (PC) Kota Sukabumi menggelar aksi demostrasi di depan Balai Kota Sukabumi, Rabu (11/06/2025).

Aksi ini digelar dalam rangka mengevaluasi 111 hari kerja Walikota-Wakil Walikota Sukabumi, Masa Demonstrasi mengutarakan sejumlah tuntutan yang disampaikan langsung oleh Ketua PC PMII Kota Sukabumi, sahabat Bahrul Ulum di depan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana.

1. Hentikan Kebijakan – Kebijakan yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat kota sukabumi.
2. Realisaikan layanan kesehatan gratis di seluruh Puskesmas dan fasilitas layanan dasar lainnya.
3. Mengutuk kolusi dan nepotisme dalam tubuh pemerintah daerah kota sukabumi.
4. Mengecam Rangkap 3 Jabatan Struktural dalam tubuh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
5. Tindak Tegas ASN Kota Sukabumi yang melanggar Etika dan Norma kepegawaian.
6. Menuntut untuk perluasan dan perlindungan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta Peningkatan Pengelolaan Sampah yang bekelanjutan.
7. Luncurkan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan anggaran khusus.
8. Pemerataan akses dan kualitas pendidikan serta tuntaskan kekosongan kepala sekolah, dan hentikan praktik jual beli
LKS dan pungli pendidikan.
9. Realisasikan Tunjangan Kinerja Guru Se-Kota Sukabumi, sesuai janji kampanye.
10. Melakukan audit menyeluruh terhadap semua sumber PAD, optimalisasi aset daerah , penertiban pajak dan retribusi
usaha serta pembentukan satuan tugas khusus optimalisasi PAD.
11. Evaluasi PAD yang membebani rakyat dan pastikan kebijakan berpihak pada pelayanan publik.
12. PMII Kota Sukabumi akan terus mengawal Kinerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi sampai tuntutan kami dilaksanakan.

Baca juga:  Wali kota Sukabumi: Di HPN 2023 Saya Mendapatkan Kebahagiaan

Demonstrasi ini berlangsung sejak pukul 14.00 dan masa aksi membubarkan diri pada pukul 16.00 WIB.

Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum mengungkapkan bahwa kajian kritis PC PMII Kota Sukabumi atas evaluasi 111 hari kerja Wali Kota H. Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana menunjukkan kinerja pemerintahan baru belum mampu menjawab secara konkret.

Menurutnya, berbagai persoalan mendasar masyarakat Kota Sukabumi masih banyak. Meski di atas kertas, program-program unggulan dan visi-misi yang diusung tampak ambisius dan berorientasi pada pembangunan masyarakat, pelaksanaannya dinilai masih jauh dari harapan.

Baca juga:  Perkuat Kolaborasi, Bupati Sukabumi Pimpin Sinergitas Kewilayahan di Pusbangdai Cikembar

“Pada intinya gerakan kita aksi demonstrasi ini memperingati 111 hari kerja Wali kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi berikut dengan berjalannya 111 tahun Kota Sukabumi dan melihat daripada isu strategis di Kota Sukabumi kita mengutuk kiranya bahwa Wali Kota Sukabumi yang dipimpin oleh Ayep Zaki dan juga Bobby Maulana itu gagal dalam menjalankan 111 hari kerja itu,”ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bahrul ini juga menyebutkan bahwa harapan dari acara demonstrasi ini Pemerintah Sukabumi dapat menjalankan apa yang menjadi tuntutannya.

“Untuk harapannya kita menginginkan apa yang menjadi tuntutan dari PC PMII Kota Sukabumi untuk segera direalisasikan mulai dari pada sektor pendidikan, pelayanan kesehatan gratis dan juga sektor ekonomi sehingga masyarakat Kota Sukabumi merasakan dampak yang positif dan signifikan,”ucap Bahrul

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh PC PMII Kota Sukabumi, bahwa aksi ini merupakan bagian dari demokrasi untuk mengevaluasi kinerja Wali Kota da Wakil Wali Kota Sukabumi.

Baca juga:  Pemkot Sukabumi Cetak Ribuan Calon Pengusaha Muda Melalui "Sukabumi Kece"

“Tanggapannya ya ini adalah proses dari demokrasi ya, artinya teman-teman mahasiswa dari PMII tadi menyampaikan apa tuntutan-tuntutannya, termasuk mengevaluasi kinerja wali kota dan wakil wali kota. Di sini saya mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka,” jelas Boby.

Ia juga menambahkan bahwa 100 hari kerja ini adalah mungkin salah satu budaya untuk yang ada di kantor, bagaimana kinerja pemerintah sampai saat ini, namun sejatinya 100 hari juga bukan segalanya. Artinya, bagaimana kita berusaha untuk melaksanakan janji-janji politik dan pesan dari kampanye.

“Saya pikir ini merupakan suatu hal yang baik ya, artinya mereka menyampaikan karena mereka juga pasti punya kegelisahan, punya tanggapan, punya sudut pandang yang ingin mereka sampaikan. Mereka utarakan ini sangat wajar sekali,” tandas Bobby.

Pos terkait