Ustadz Encep Zainal Mutaqin, buat pernyataan dan klarifikasi terkait isu hoax atas beredarnya voice note (rekaman suara) yang menyebutkan dirinya Waliyullah, Kamis (30/9/2021). [Foto: Ist]

Isunya Viral, di Surade Sukabumi Ada Waliyullah? Ini Penjelasannya!

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Tersebar luas dan viral beberapa hari lalu di wilayah Kecamatan Surade terdapat seorang Wali Allah (Waliyullah). Informasi itu beredar luas sebuah voice note (rekaman suara) melalui perpesanan Whatsapp Group.

Dalam pesan suara yang beredar menyebutkan bahwa Ustadz Encep diisukan sebagai Waliyullah dan sudah dilantik oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul. Sehingga masyarakat Surade digemparkan dengan isu beredarnya pesan suara tersebut.

Hal itu dibantah oleh Ustadz Encep, bahwa isu melalui pesan suara yang beredar luas itu tidak benar, alias hoax. Sehingga dirinya langsung membuat pernyataan dihadapan para Kyai dan Muspika Kecamatan Surade, guna mengembalikan nama baiknya di mata masyarakat terkait isu hoax yang beredar.

Baca juga:
Dua Ormas Bentrokan di Sukalarang Cianjur Diundang Kapolres Kota, Ini Empat Poin yang Disepakati

“Saya meyakini dan siap bersaksi dihadapan Allah bahwa Ustadz Encep, tidak berbicara demikian sesuai dengan pesan suara yang beredar diperpesanan whatsapp itu,” ucap Ketua GP Anshor Kecamatan Surade, Hamdin, saat dikonfirmasi lingkarpena.id, Jumat (01/10/2021) siang.

Dikatakan Hamdin, Pernyataan klarifikasi soal pesan suara yang menyatakan dirinya sebagai Waliyullah dibuat langsung oleh Ustadz Encep Zainal Muttaqin, selaku pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, di Kampung Leuwi Cagak, Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.

“Ya, saat membuat pernyataan disaksikan oleh para Kyai, para Ustadz dan Muspika Kecamatan Surade,” terang Hamdin.

Lebih jelas Hamdin menuturkan, memang selama 24 hari kemarin di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas itu diadakan Istighosah. Jelang hari ke 25 nya berikut acara Haul, dan GP Ansor Surade pun ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Dimungkinkan, satu sama lain ada terdapat beda pandangan terhadap Ustadz Ecep itu. Tapi Hamdin meyakini tidak ada penyimpangan akidah maupun hal lain sesuai isu pesan suara yang tersebar itu. Menurutnya, karena selama kegiatan istighosah di Ponpes Nurul Ikhlas, full dirinya beserta anggota Ansor lainnya mengikuti acara kegiatan tersebut.

Baca juga:
Sambut Tahun Baru Islam, Tunas Muda Citaritih Surade Sukabumi, Gelar Doa Bersama

“Saya sebagai Ketua PAC Ansor Kecamatan Surade, berani bertanggung jawab bahwa apa yang tersebar melalui voice note itu tidak benar dan murni hoax,” tegas Hamdin.

“Hari ini kami bersama LBH GP Ansor Kabupaten Sukabumi mendampingi beliau Ustadz Encep. Dan rencananya pihak LBH GP Ansor segera mengambil langkah-langkah hukum perihal pencemaran nama baik Ustadz Encep itu,” terangnya.

 

 

Redaksi: lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan