Mengingat Kembali, Wawasan Ideologi dan Kebangsaan di Tingkat SLTA

LINGKARPENA.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukabumi melakukan penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan untuk generasi muda. Kali ini yang menjadi peserta merupakan siswa sekolah tingkat menengah atas (SLTA). Kegiatan dilaksanakan di Aula Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Senin 22 November 2021.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pendidikan guna menanamkan rasa memiliki terhadap bangsa ini. Khusus kepada kelompok masyarakat yang bersamaan, asal keturunan, adat, sejarah, serta pemerintahannya sendiri. Kalimat kebangsaan itu sendiri mengandung ciri-ciri golongan suatu bangsa atau dapat juga diartikan sebagai kesadaran diri salah satu warga dari suatu negara.

Baca juga:  DPMPTSP Gelar Rakor Implementasi OSS RBA, Wabup: Minta Kerja Terpadu Lintas Sektoral Dioptimalkan 

Menurut Kasubid Kesbangpol Kabupaten Sukabumi Andri Djakatela mengatakan, ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.

“Kegiatan wawasan ideologi dan kebangsaan ini dilakukan secara road show di 15 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Hari ini dilaksanakan di Sagaranten dan siswa SLTA menjadi sasaran dasar bagi kegiatan,” ucap Andri Djakatela, kepada lingkarpena.id, Senin (22/11/2021) di Sagaranten.

Lanjut Andri, kegiatan ini sebagai upaya dalam memperkuat persatuan dan kesatuan agar generasi muda memahami pentingnya berbangsa dan bernegara.

Baca juga:  RAPI dan PA SMA Negeri 1 Sagaranten Sukabumi Sisir Korban Hanyut di Sungai Cibubuay

“Ya, apalagi saat ini lagi viral tawuran anak sekolah. Ini sangat mencoreng wawasan Ideologi dan kebangsaan. Hal itu mencerminkan unsur pecah belah bukan menerapkan persatuan dan kesatuan yang seharusnya berpedoman kepada 4 pilar,” terang Andri.

Dikatakan Andri, pertama hidup harus berpedoman pada Pancasila dan mesti diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, udang-udang dasar 45, dilaksanakan dengan baik sehingga tercipta keadilan dalam masyarakat dan kesamaan kedudukan di depan hukum. Ketiga, Bhineka Tunggal Ika, menjiwai kehidupan bermasyarakat sehingga tercipta kerukunanan dan toleransi. Keempat, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperjuangkan agar berdaulat, utuh dan selamat.

Baca juga:  Gelar Razia Senjata Tajam di Malam Hari, Ini Kata Kapolsek Sagaranten

“Pesan saya semoga generasi muda memahami dalam berbangsa dan bernegara. Terpenting berjasa sebagai pahlawan untuk bangsa Indonesia. Dan itu harus dengan ketulusan hati serta kewaspadaan sebagai anak bangsa. Mempertahankan jati diri budaya dan kepribadian yang baik dalam mempersatukan keutuhan NKRI. Tentunya semua harus berdasarkan Pancasila dan UUD 45 untuk Sukabumi yang lebih baik,” tuturnya.

 

 

Reporter: Aris Wanto
Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait