LINGKARPENA.ID – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslianawati, menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dilaksanakan di Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Selasa 14 Desember 2021.
Kegiatan sosialisasi 4 pilar yang digelar di Gor Bulu Tangkis Kecamatan Gunungguruh tersebut, turut dihadiri Muspika Gunungguruh atau yang mewakili. Namun, prioritas kegiatan ini didominasi unsur pemuda sebagai sasaran utama dalam memperkuat wawasan kebangsaan yang mulai dilupakan ini.
Menurut Lina Ruslianawati, pendidikan moral Pancasila akan lebih baik lagi jika dimasukan pada kurikulum pendidikan. Pentingnya hal itu, karena melihat ada banyak penurunan terkait pemahaman warga terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta Undang-undang Dasar 1945 yang mana ini sebagai pedoman.
“DPRD akan coba mendorong pemerintah agar pendidikan Pancasila ini dimasukan lagi menjadi kurikulum. Dan ini sangat penting, karena pemahaman dikalangan masyarakat anak muda lainnya soal pendidikan pancasila ini sudah mulai menurun,” terang Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat itu.
Lina menjelaskan, DPRD akan melakukan secara intens terkait kegiatan wawasan kebangsaan ini kedepannya. Sebab menurutnya, pengenalan wawasan kebangsaan sendiri sangat penting bagi bangsa ini. Sebab bangsa yang baik dia yang mengenal dan menjunjung tinggi nilai sejarah bangsanya sendiri.
“Ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang harus disampaikan kepada pemerintah. Jadi, pentingnya kurikulum ini harus ada di semua tingkatan pendidikan sekolah. Ya, Pancasila ini sebagai simbol ideologi negara ini juga menjadi tonggak penegak hukum di negara kita ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sersan Mayor Serma Herman yang didampingi Panit Binmas Polsek Gunungguruh mengatakan, pertahanan dan keamanan perlu ditingkatkan. Terlebih anak muda harus mengenal dan soal wawasan kebangsaan.
“Kalau saya melihat saat ini soal Bhineka Tunggal Ika sudah mulai pudar. Kenapa demikian, anak muda banyak tidak memahami soal pedoman dan penghayatan Pancasila beserta kandungannya,” jelas Herman.
Herman menekankan, “Untuk generasi muda saya titip NKRI. Kalau bukan kita siapa lagi. Tanpa dukungan warga masyarakat omong kosong bangsa ini akan maju dan bertahan,” tegasnya.
Herman mengajak, mari jaga terus kesatuan dan persatuan bangsa ini. Salah satunya soal gotong-royong. Dirinya mengajak khusus kepada anak muda Karang Taruna, mari bersama-sama menjadi terdepan dalam menumbuhkan kegotong-royongan di Gunungguruh ini khususnya.
Reporter: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin






