LINGKARPENA.ID – Mulyana (32) warga Kampung Ciseupan Hilir Rt 01/06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi akhirnya bisa kembali pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang tuanya, pada Jumat 4 Maret 2022. Hal itu bisa dilakukan setelah menempuh beberapa hari dan tahapan yang diperjuangkan.
Diketahui Mulyana terlunta-lunta selama 9 bulan lamanya di kawasan perkebunan Sawit di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Berawal Mulyana berangkat dan berpamitan terhadap keluarga untuk bekerja di salah satu PT Perkebunan sebagai buruh Sawit sejak satu tahun lalu, namun baru didapati kabar baru-baru ini.
Melalui perjuangan Tunas Indonesia Raya TIDAR Jawa Barat, Mulyana turut diperjuangkan dan dilakukan penjemputan. Namun sebelumnya terlebih dahulu koordinasi dengan unsur pemerintah Kepala Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau.
“Kebetulan kami berkomunikasi dengan Kades disana dan Mulyana dittipkan melalui jamaah Tabligh yang akan pulang ke Jawa Barat,” tutur Wakil Ketua TIDAR Jawa Barat, Sayyid Agil, saat ditanya lingkarpena.id soal proses kepulangan Mulyana ke Sukabumi, Jumat 4 Maret 2022.
Dikatakan Agil, dalam beberapa bulan ini Mulyana mengalami depresi dan sering mengamuk di Desa Talio Hulu Kalimantan, itu berdasarkan keterangan Kepala Desa disana. Jadi sangat tidak memungkinkan jika Mulyana pulang ke Jawa Barat sendiri dengan keadaan kondisi kurang sehat begitu.
“Kami komunikasi dalam beberapa hari dengan pihak pemerintah desa Talio Hulu Kalimantan juga dengan Pemerintah Caringin Sukabumi. Alhamdulillah dengan adanya Jemaah Tabligh asal Jawa Barat ini, akhirnya Mulyana dititipkan dan bisa dibawa pulang ke daerah Jawa,” jelas Wakil Ketua TIDAR Jawa Barat ini.
Melalui para jemaah Tabligh Jawa Barat yang mendampingi Mulyana hingga Pondok Gede ini, dia selama di dalam perjalanan pun di bekali kajian-kajian Islami agar jiwanya bisa tenang. Karena Mulyana dalam beberapa bulan jiwanya terganggu dan sering mengamuk berdasarkan keterangan Kades Talio Hulu, Pulang Pisau Kalteng dalam perbincangan sebelum kepulangan Mulyana.
“Alhamdulillah kami terus berkomunikasi dengan Para jamaah asal Jawa Barat yang sudah bersedia mendampingi Mulyana selama di Kapal, hingga berakhir mendarat dan sampai Pendok Gede,” ujar Sayyid Agil menuturkan.
Kronoligis Mulyana, berawal kerja di perkebunan sawit sudah 1 tahun. Selama 9 bulan baru ada kabar ternyata dia bekerja di daerah kalimantan tengah.
Kemudian ada kabar susulan ternyata Mulyana telah berada di salah satu PT Perkebunan Sawait dan ditemukan di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
“Ya berbekal data identitas yang dimiliki Mulyana, pihak desa Talio Hulu Kalimantan, menghubungi pemerintah Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Kemudian dari pihak Kecamatan dihubungkan terhadap pihak keluarga soal keberadaan Mulyana di sana, itu awal kisahnya,” terang Agil yang menjemput Mulyana di Pondok Gede.
Agil menceritakan dalam perjalanan Mulyana di informasikan untuk keberangktan kemarin menggunakan Kapal KMP DRAJAT PACITAN pada Minggu 27 Pebruari 2022, selama 1 hari 1 malam. Kemudian bermukim di Lamongan karena Mulyana perlu di obati terlebih dahulu.
“Kamj pada hari Kamis (3/3/2022) baru berangkat ke Pondok Gede Jawa Barat dan langsung jemput Mulyana. Alhamdulillah kondisi Mulyana semakin membaik dan tidak mengamuk seperti sebelumnya di Desa Talio Hulu, Kalimantan. Cuma satu yang saya salut Jemaah Tabligh asal Jawa Barat dengan ikhlas dan ridho dibebani namun mereka tanpa pamrih,” pungkas Ketua PK KNPI Gunungguruh yang juga Wakil Ketua TIDAR Jawa Barat ini.






