Penyakit Scabies dan Dermatitis Melanda Tiga Desa di Sukabumi

Senejenis penyakit Kulit | Gambar: ILustrasi

LINGKARPENA.ID – Sejumlah warga di tiga Desa diwilayah Pusat Kesehatan Masyarakat PKM Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terdata diserang penyakit kudis (Scabies) dan Peradangan Kulit (Dermatitis) sejak sebulan terakhir.

Penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tersebut menyerang sejumlah warga di tiga Desa tersebut. Ketiga desa yaitu Desa Girijaya, Desa Kalaparea dan Desa Darmareja. Penyakit ini diduga akibat faktor cuaca yang tidak menentu dan juga Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat yang sangat rendah sehingga parasit ini mudah berkembang biak.

Baca juga:  Pemdes Babakan Panjang Nagrak Renovasi Kantor Desa

Kepala PKM Girijaya Maman Suparman melalui dr Internsip Yusman Malik mengatakan, penyakit kulit yang menyerang warga tersebut terjadi sejak satu bulan terakhir.

“Banyak warga yang datang ke PKM Girijaya dengan gejala kulit gatal-gatal disertai dengan peradangan kulit ke merah-merahan. Meraka datang guna mendapatkan pengobatan dengan penyakit yang sama,” ungkapnya, Jum’at (10/06/2022).

Baca juga:  Polisi Bantu Perbaiki Rumah Tunawisa di Kecamatan Nagrak Sukabumi

Lanjutnya, untuk mengantisipasi melonjaknya kasus tersebut warga dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan Pola PHBS.

“Penyakit Scabies dan Dermatitis ini disebabkan oleh Parasit yang mudah menular ke anggota keluarga lainnya. Bahaya kalau tidak segera diobati,” kata dia.

Dikatakannya, kalau satu keluarga sudah terpapar penyakit kulit tersebut, hendak lah semua anggota keluarga segera pergi memeriksa diri kefasilitas kesehatan terdekat. Hal itu guna mendapatkan pertolongan medis dan tidak menularkan kepada warga lainnya.

Baca juga:  Wabup Iyos Bersama Bappelitbangda Tegaskan Peran Phentahelix dalam Percepatan Penurunan Stunting di Sukabumi

“Bagi warga yang mendapatkan gejala Scabies dan Dermatitis segera datang berobat ke PKM Girijaya. Jangan di tunda-tunda sebelum menular keanggota keluarga lainnya,” pungkasnya.

 

Catatan: Ada perubahan naskah pada paragraf awal berdasarkan permintaan

narasumber, pukul 19.25 wib, Sabtu (11/6/22).

Pos terkait