LINGKARPENA.ID | Penemuan dua mayat perempuan berbeda lokasi dengan kondisi bersimbah darah terjadi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Senin 20 Juni 2022 pagi, gegerkan warga Ujunggenteng.
Diketahui peristiwa ini terjadi di Kampung Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Kedua mayat ditemukan secara terpisah oleh warga nelayan Ujunggenteng.
Menurut Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng Asep JK, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya menerangkan, berawal pada selepas Subuh sekira pukul 05.00 wib ia dihubungi nelayan diperairan Ujunggenteng. Dalam informasinya nelayan menemukan mayat mengambang diperairan Kalapa Condong Ujunggenteng.
“Tu, ini ada mayat cepat kesini,’kata anggota nelayan” sekira pukul 06.00 wib saya langsung menuju tengah laut dan membawa kantong mayat. Saya langsung hubungi Kapolsek Ciracap dan Koramil terkait temuan mayat ini,” jelas Asep JK.
Diketahui mayat yang mengambang berjarak 1 mil dari Pantai Kalapa Condong tersebut, merupakan Ibu A, (54) warga Kampung RT 01/01 Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, salah satu pemilik warung di kawasan Kalapa Condong RT 06 Desa Ujunggenteng. Hal itu diketahui ada beberapa anggota nelayan yang mengenali korban.
“Pada muka korban penuh luka sayat, sepertinya korban ini terlebih dahulu dianiaya lalu dibuang ke laut,” terang Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng ini.
Tidak berselang lama setelah evakuasi korban A ke daratan, Asep kembali mendapatkan telepon dari warga nelayan lainnya terkait penemuan mayat gadis muda bersimbah darah. Mayat ditemukan tidak jauh dari warung pemilik korban yang dibuang kelaut. Saat ditemukan korban bersimbah darah penuh luka diduga akibat senjata tajam.
Korban kedua merupakan AD (24) yang belum diketahui domilisi aslinya. Namun banyak warga memberikan keterangan bahwa korban tersebut bekerja di warung milik A. AD ditemukan sangat mengenaskan dengan luka bacok pada muka dan perut.
“Kemudian kami mendatangi Kafe milik A, setelah coba baca salam tidak ada jawaban. Tapi suara TV dan kendaraan masih ada. Lalu saya bersama warga lainnya coba masuk memastikan kondisi di dalam. Tidak ada orang dan kondisinya berantakan juga ada bercak darah,” tandasnya.
Kejadian ini kami duga ada rangkaiannya dengan penemuan mayat yang ditemukan sebelumnya di perairan Kalapa Condong. Setelah pihaknya tanya-tanya warga sekitar lokasi warung kemudian ada anak korban dan dia membenarkan korban adalah ibu kandungnya.
“Kami menunggu tim inafis Polres Sukabumi, saat ini petugas sedang diperjalanan menuju lokasi,” pungkas Asep JK.






