LINGKARPENA.ID | Kapolsek Gunungpuyuh, Polres Sukabumi Kota, AKP Arif Maulana menghadiri rapat koordinasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Open Defaction Free (ODF) atau buang air besar sembarangan, acara bertempat di ruang pertemuan Puskesmas Jalan KH A Sanusi, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Kamis, (08/09/2022).
“Saya sangat mendukung program STBM (ODF) yang merupakan program Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, untuk menanamkan pola hidup sehat mulai dari diri sendiri kemudian di sampaikan kepada warga masyarakat,” tulis Arif dalam keterangannya kepada Lingkarpena.id.
Lanjut dia, menyinggung terkait dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memang luar biasa, pihak Kepolisian melaksanakan pengamanan pada saat kegiatan penyampaian pendapat di muka umum oleh masyarakat serta akan memberikan bantuan sembako kepada sopir angkot, ojek pangkalan dan ojek online.
“Intinya, dalam kegiatan rakor STBM ini, pihak kepolisian Polsek Gunungpuyuh, Polres Sukabumi Kota mendukung penuh dengan program-program pemerintah yang akan dilaksanakan di Kecamatan Gunung Puyuh,” tandasnya.
Ditempat yang sama Camat Gunungpuyuh, Aries Ariandi menuturkan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dinas kesehatan saja.
“Untuk data ODF Jawa Barat, Kota Sukabumi mencapai 66,66 persen dan Kecamatan Gunung Puyuh diangka 61,5 persen dengan kategori Wiwerda minimal 90 persen,” jelasnya.
Sedangkan tambah Aries, untuk grafik capaian ODF per Keluraha di Kecamatan Gunungpuyuh dengan rincian Kelurahan Sriwidari 61,5 persen, Kelurahan Gunungpuyuh 62,8 persen, Kelurahan Karangtengah 73,15 persen dan Kelurahan Karamat 66,63 persen.” singkatnya.
Sementara itu Tim Kesling Dinas Kesehatan Kota Sukabumi memaparkan bahwa tujuan sanitasi adalah melindungi kesehatan manusia dengan menyediakan lingkungan yang bersih yang akan menghentikan penularan penyakit, terutama melalui jalur fekal–oral. Diare, sebagai salah satu penyebab utama malnutrisi dan hambatan pertumbuhan pada anak, dapat dikurangi melalui sanitasi yang memadai.
“Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Nomer 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), meliputi 3 komponen yakni penciptaan lingkungan yang kondusif enabling environment, peningkatan kebutuhan sanitasi demand creation, peningkatan penyediaan akses sanitasi supply improvement,” ucapnya.
Tak hanya itu sambung Tim Kesling, salah satu indikator outputnya meliputi 5 STBM diantaranya tidak BAB sembarangan (Stop BABS), mencuci tangan pakai sabun (CTPS), mengelola air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengamanan sampah rumah tangga dengan benar, pengamanan limbah cair rumah tangga dengan aman.” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan rakor STBM ini, Lurah Sriwidari, Kepala Puskesmas Cipelang, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan, Ketua IKP Kecamatan, Ketua RW Se-kelurahan Sriwidari, Babinsa Koramil Gunungpuyuh san Bhabinkamtibmas Polsek Gunungpuyuh.






