LINGKARPENA.ID | Satuan Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) wilayah 4 Pekerjaan Umum PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat terus melakukan pembenahan pekerjaan penanggulangan banjir darurat di ruas Jalan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut terpantau langsung saat melakukan pengawasan pekerjaan secara langsung di lapangan tepatnya di pusat kota Surade, pada Kamis 10 November 2022.
Saat ditemui Lingkarpena.id secara langsung di lokasi perbaikan drainase, Kepala SPPJJ wilayah 4 PU Bina Marga Provinsi Jabar Entis Sutisna mengatakan, pekerjaan penanggulangan banjir darurat dilakukan di tiga titik di pusat kota Surade tersebut.

“Ada tiga titik lokasi banjir di pusat perkotaan Surade ini. lokasinya di titik 208+600, 209+700 dan 209+900 di perkotaan Surade. Penanggulangan, tiga titik ini amat sangat rawan air kiriman yang tidak tertampung oleh drainase,” ujarnya.
Menurutnya banyak faktor penyebab banjir tersebut. Salah satunya dari penyebab alih fungsi lahan yang tadinya drainase kemudian sekarang banyak yang berubah menjadi bangunan-bangunan. Selain itu rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi penyebab.
“Jadi bukan alam yang berubah, tapi lingkungan yang tidak baik termasuk kebiasaan buruk dari sifat manusianya ini,” tandas Kepala SPPJJ wilayah 4 PU Bina Marga Provinsi tersebut.
Dia berharap kedepan warga masyarakat dan stakeholder lainnya bisa saling menjaga baik lingkungan terutama pada saluran drainase jalan. Karena itu merupakan lingkungan bersama alangkah baiknya sama-sama menjaga dan kolaborasi.
“Kalau bisa drainase di wilayah perkotaan jangan di beton. Kalau pun di beton jangan masuk ke bahu jalan. Ya lebih bagus lagi jika pake (cover drill),” jelas Entis Sutisna itu.
Lanjut Entis menambahkan, jika melihat dari situasi saat ini persoalan banjir darurat sulit ditanggulangi, karena banyaknya alih fungsi tempat dan pembangunan. Namun ia berharap kedepan mudah-mudahan segera dibangun trotoar dan drainase agar banjir darurat bisa tertanggulangi dengan baik.
“Jadi jelas bukan alam yang merubah, tapi lingkungan yang merubah keadaan. Yang tadinya serapan air, drainase, sekarang banyak yang beralih fungsi. Makanya banjir darurat terus terjadi dikala musim hujan. Butuh kesadaran juga dari warga masyarakat,” tandasnya.
“Jangan meniru budaya yang salah. Harusnya kita sadar akan lingkungan. Kalau sudah terjadi bencana alam, terkadang banjir lah, sampah lah, yang disalahkan,” terangnya.
Tak harus angkat dan bawa senjata jika tidak untuk berperang, cukup bawa gagasan untuk perubahan yang lebih baik ke depan.
“Yu jaga lingkungan secara kompak dan kolaboratif bersama-sama. Semoga pengorbanan dan semangat para pahlawan bisa memberi inspirasi di era digital ini untuk tetap berjuang demi masa depan. Ya mencegah banjir merupakan perjuangan, betul tidak?,” sambung Kepala SPPJJ PU wilayah Jabar 4 seraya mengucapkan “Selamat Memperingati Hari Pahlawan”.






