Hotel Bunga Ayu, Sulap Limbah ‘Bottom Ash’ PLTU jadi Nilai Guna

LINGKARPENA.ID | Pemilik Hotel Bunga Ayu Pelabuhanraru Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melakukan uji coba pemanfaatan limbah batu bara “bottom ash” abu padat untuk digunakan sebagai fondasi lantai. Uji coba pemanfaatan bottom ash yang juga turut dihadiri Camat Palabuhanratu Ali Iskandar itu dilakukan pada Selasa, 21 November 2023.

Uji coba bottom ash kurang lebih 5 kali 10 meter yang dicoba sebagai pijakan lantai Hotel Bunga Ayu ini menggunakan abu padat ‘bottom ash’ melalui limbah PLTU Palabuhanratu sebagai bentuk pemanfaatan limbah untuk pembangunan infrastruktur.

Penggunaan abu padat ‘bottom ash’ sendiri sebelumnya disediakan kerangka bambu yang sudah disiapkan layaknya kerangka besi yang dirakit untuk memperkuat coran pada umumnya.

“Betonisasi atau pembetonan sendiri adalah pembuatan atau pelapisan jalan atau lantai pijakan dengan bahan yang disokong rangka dari baja. Namun untuk kali ini kami coba gunakan bottom ash sebagai uji coba,” terang Toni Francis selaku pemilik Hotel Bunga Ayu, kepada Lingkarpena.id di lokasi.

Baca juga:  Parasiwata Sukabumi, Wabup: Keberhasilan CPUGGp Mesti Diimplementasikan di Geopark Lain

Menurutnya upaya tersebut guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan menyajikan inovasi pengelolaan limbah menjadi sangat penting. Salah satu contoh yang dilakukan Owner Bunga Ayu Seaside Resort. Pengusaha Perhotelan ini mencoba memanfaatkan limbah bottom ash untuk pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.

“Kita akan melihat bagaimana uji coba limbah Buttom Ash ini menjadi bahan pokok infrastruktur, ini merupakan inovasi baru mengubah limbah bottom ash menjadi sumber daya yang berharga dalam pembangunan infrastruktur,” kata Toni Francis.

Toni Francis bersama Yan Bastian (Opung) ini menemukan cara baru bottom ash, yang merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Proyek pembangunan jalan, bisa menggunakan bottom ash sebagai pengganti agregat dalam campuran aspal.

“Bottom ash yang telah diolah menjadi partikel yang tepat dapat memberikan kekuatan dan kestabilan yang diperlukan dalam pembangunan jalan atau lantai bangunan,” terangnya.

Baca juga:  Pedagang Kopiah Musiman Raup Rupiah di Bulan Ramadhan

Lanjut Toni, pemanfaatan bottom ash dalam pembangunan infrastruktur ini begitu memiliki beberapa keuntungan. Penggunaan bottom ash dapat mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

“Selain itu, penggunaan bottom ash juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku alam yang semakin langka,” tandas Toni Francis.

Opung yang memiliki nama lengkap Yan Bastian ini menambahkan, penggunaan bottom ash dalam pembangunan infrastruktur juga dapat mengurangi biaya produksi.

“Ya Bottom ash dapat diperoleh dengan biaya yang lebih efesien daripada material konvensional, sehingga dapat mengurangi anggaran proyek pembangunan,” jelas Opung.

Meskipun demikian, kata Opung, pemanfaatan bottom ash memiliki potensi yang besar. Ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah kualitas dan keamanan bottom ash yang digunakan.

Penggunaan bottom ash sendiri sebelumnya Bu Toni Francis melakukan penelitian dan pengujian yang cermat untuk memastikan bottom ash yang digunakan memenuhi standar kualitas yang aman untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur.

Baca juga:  KONI Sukabumi Lakukan 'Konvoi' Bersama Atlet PON XX Papua

Selain itu, penggunaan uji coba bottom ash sebagai cara guna memberikan pendidikan dan kesadaran masyarakat agar menjadi faktor penting dalam pemanfaatan bahan limbah.

“Kami berusaha untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan potensi penggunaan bottom ash atau abu padat batu bara dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” jelasnya.

Yan Bastian juga telah membuktikan bahwa limbah bottom ash dapat dimanfaatkan secara efektif dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Dengan memanfaatkan bottom ash, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku alam yang semakin langka, dan mengurangi biaya produksi dalam pembangunan infrastruktur. Namun, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, industri dan masyarakat untuk mendorong pemanfaatan bottom ash secara luas dalam pembangunan infrastruktur ke depan,” pungkasnya.

Pos terkait