Dibawah Gagasan PT SCG dan Dinas Perikanan, Bentuk Kampung Lele

Rapatr pembentukan Kampung Lele untuk Dua Desa di Kecamatan Nyalindung.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sebagai tindak lanjut dari program GESARI yang digagas oleh PT SCG, Dinas Perikanan dan SCG (Semen Jawa) melakukan rapat pembahasan mengenai pembentukan Kampung Lele di Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.

Program ini merupakan implementasi dari program Pemberdayaan masyarakat PT. SCG dan PT. Tambang Semen dalam pengembangan ekonomi produktif di masyarakat pada Dua Desa tersebut.

Pencanangan Kampung Lele ini sejalan dengan program Dinas Perikanan, dimana pada akhir tahun 2022 Dinas Perikanan sudah mengusulkan kedua desa tersebut untuk ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya dengan Komoditas lele kepada KKP.

Baca juga:  Petugas Gabungan Polsek Ciemas Razia Knalpot Bising, Ini Hasilnya! 

“Desa Sukamaju sudah sejak tahun 2021 menjadi desa binaan Dinas Perikanan dan PT. SCG dalam hal pembenihan ikan lele, berawal dari 1 kelompk pembudidaya kini tumbuh menjadi 4 kelompok dengan anggota mencapai 60 orang dengan luas areal pembenihan sekitar 1.5 Ha,” kata Dida Ketua kelompok Budidaya Ikan Lumbung Berkah Desa Sukamaju tersebut.

Baca juga:  Tekan Angka Putus Sekolah, PT SCG Salurkan Beasiswa Berprestasi untuk 545 Pelajar di Kabupaten Sukabumi

Salah satu program kerja untuk tahun 2023 ini adalah sertifkiasi CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) dan percontohan budidaya ikan lele dengan sasaran sekolah menengah yang ada di sekitar Desa Sukamaju dengan tujuan menumbuhkan jiwa entrepreunuer dalam bidang perikanan.

“Untuk para lulusan sekolah nanti diharapkan akan menghasilkan pembudidaya ikan milenial yang juga secara tidak langsung mendukung program kerja dari Gubernur Jawa Barat tentang petani milenial,” harapnya.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi Ke-11, Ini Pandangan Umum dari 8 Fraksi Soal LKPJ APBD Tahun 2021

Untuk mewujudkan Kampung Lele ini diharapkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat , swasta , akademisi dan media bisa terwujud sehingga konsep pentahelic dalam pembangunan dengan tujuan untuk mengembangkan inovasi serta mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mencapai percepatan pembangunan ekonomi,  ketahanan pangan dan energi, kesejahteraan, serta perbaikan lingkungan hidup.(*)

Pos terkait