Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Sekda: Kuncinya Kolaborasi dan Kerjasama

Sekda Sukabumi Ade Suryaman saat memimpin rapat koordinasi perihal Kabupaten layak anak di Pendopo Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengingatkan tentang pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten/kota layak anak.

“Tanpa kolaborasi dan kerjasama, akan sulit berhasil. Jadi kuncinya adalah kolaborasi dan kerjasama,” kata saat memimpin rapat verifikasi kabupaten/kota layak anak di Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Selasa, (09/05/2023).

Menurutnya, dalam verifikasi pun harus dijaga itu semua. Termasuk kekompakan antar perangkat daerah.

Baca juga:  Grasstrack Sukabumi Ngabumi 2024, Sekda: Pesertanya Ada dari Papua dan Lampung

“Jangan lupa juga, persiapkan apa yang akan diverifikasi oleh perangkat daerah,” ucapnya.

Sekda berharap, hasil pertemuan ini dapat memberikan harapan dan semangat dalam meraih predikat kabupaten layak anak untuk Kabupaten Sukabumi.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten layak anak,” ajaknya.

Ditempat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi Hj. Yani Jatnika Marwan menambahkan, verifikasi lapangan menjadi hal yang biasa baginya. Mengingat, setiap tahun Kabupaten Sukabumi selalu diverifikasi.

Baca juga:  LSM Dampal Jurig Kembali Beraksi di Sukaraja, Begini Respons Keluarga Peri

“Ketika bekerja bersama, pasti tidak akan sulit. Kita harus bersungguh sungguh sebagai teamwork,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi Eki Radiana Rizki mengatakan, hasil verifikasi mandiri, daerah di selatan Jawa Barat ini cukup memuaskan. Bahkan, bisa dikategorikan masuk utama.

“Sebelum- sebelumnya, kita berada di kategori pratama dan madya. Semoga saja tahun ini bisa meraih utama,” bebernya.

Baca juga:  Pimpin Rapat Dinas, Bupati Sukabumi: Perkuat Konsolidasi Internal Agar Program Kerja Tercapai

Dirinya berharap, bantuan dari semua perangkat daerah. Baik dari sekarang hingga pelaksanaan verifikasi nanti.

“Nanti kita akan diverifikasi oleh Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Mohon bantuannya dari semua,” pungkasnya.*

Pos terkait