LINGKARPENA.ID | Hidup dalam serba kekurangan bukanlah pilihan dan cita cita Marsinah (70), warga Kampung Cibuluh RT 02/07, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi ini, di usia senjanya perempuan yang kini mulai sakit sakitan, mengaku merasa di anak tirikan pemerintah.
Marsinah tinggal seorang diri disebuah gubuk reyot ukuran 4 x 5 meter. Rumah tak layak huni itu merupakan satu satunya peninggalan almarhum suaminya.
Kini, Kebutuhan hidup Nenek Marsinah sebagain dipenuhi Isum, anak perempuannya, meskipun tidak semuanya, karena kondisi ekonomi Isum pun jauh disebut layak.
Nenek Marsinah kini tak sekuat dulu. Sudah sepuluh tahun ia tidak bisa berjalan lantaran sakit lutut yang dideritanya. Dahulu, sepeninggalan suaminya, untuk kebutuhan hidup Marsinah dan anak anaknya, ia kadang bekerja jadi kuli atau pekerjaan serabutan lainnya.
Ketika ditanya soal bantuan sosial dari pemerintah, Marsinah mengaku dahulu, katanya , pernah menerima hanya satu kali, setelah itu tidak lagi.
“Dulu pernah punya kartu merah putih (kartu KKS- red) dan pernah mendapat beras dan telor, tapi hanya satu kali, sekarang tidak lagi,” ujar Mail, suami Isum.
Sementara disela lain, Kepala Desa Cikangkung, Saepudin menuturkan, dirinya belum bisa menanggapi terlalu jauh, dan mengaku akan melakukan koordinasi dengan perangkatnya.
“Saya belum bisa menanggapi soalnya harus menanyakan dulu ke kadus dan RT setempat, tapi Insyaalloh besok kami akan terjun ke lokasi,” ungkapnya.






