LINGKARPENA.ID | Satu unit rumah semi permanen milik Maemunah (74), warga Kampung Cibarehong RT 13/13 Kelurahan/ Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yang terdampak gempa M 6,2, di laut Garut, mendapat bantuan dari pemerintah Kelurahan Surade, Rabu, 8 Mei 2024.
Rumah semi permanen itu pada saat gempa mengalami rusak berat. Untuk perbaikannya Kelurahan Surade dan LPMK beserta ketua Rukun Tetangga ( RT ) setempat mengambil inisiatif melakukan renovasi secara swadaya.
Dijelaskan Lurah Surade Handri Sukarta, pasca gempa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan semua pihak. Ini dilakukan agar rumah tersebut dapat segera diperbaiki.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Ibu Maemunah. Kita beri semangat agar bersabar. Dibalik peristiwa ini pasti ada hikmahnya,” ucap Handry kepada lingkarpena.id Rabu, 8/5/24).
Dalam kesempatan itu Handri atas nama masyarakat Kelurahan Surade memberikan bantuan material semen dari LPMK dan uang hasil iuran warga sebesar Rp 9.939.000. lebih dari itu, secara pribadi Handri pun memberikan bantuan material bangunan berupa 15 sak semen dan 3 kubik kayu senilai Rp 6 juta.
“Kami sudah berbicara dengan keluarga Ibu Maemunah, bahwa ini bersifat bantuan dan tidak menjanjikan membangun rumah seutuhnya,” kata Handry.
Pembangunan rumah Maemunah, kata Handry, akan dikerjakan dengan swadaya masyarakat atau cara gotong royong. Nantinya rumah tersebut dibangun permanen dengan ukuran sama.
Diketahui, rumah ukuran 6 x 4 meter persegi itu ditempati Maemunah dan cucunya yang duduk di kelas 5.






