LINGKARPENA.ID | Tak terbersit dalam pikiran Buhori (43), warga Kampung Cimaja RT 014/004, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, untuk hidup dihari tua dengan keterbatasan penglihatan yang dideritanya. Kini ia tak berdaya. Kesehariannya ia habiskan terdiam seorang diri di sebuah rumah lapuk.
Ketika disambangi dikediamannya Buhori sedang menyendiri di kamar berdinding bilik lapuk ukuran 2 x 2,5 meter. Kamar yang tanpa penerangan itu menjadi saksi ketidak berdayaan sosok lelaki yang dulu piawai dibidang jasa las ini.

Buhori yang kini hidup sebatang kara dalam keterbatasan penglihatan. Pada 2020 saat ia berobat karena keluhan sakit matanya, hatinya remuk redam saat dokter memvonis kalau matanya sulit disembuhkan.
Empat tahun sudah Buhori mengalami kebutaan. Setahun yang lalu, saat ibunya masih ada ia tak merasakan kesulitan berarti. Namun setelah ibunya meninggal Buhori benar benar shok. Kini ia harus melakukan kegiatan sendiri, mulai memasak, mencuci, dan lainnya.
“Saya masih bersyukur masih bisa hidup walaupun serba dalam ksulitan. Mungkin sekarang sudah terbiasa, jadi tidak kaku lagi, memasak, mencuci dan lainnya,” kata Buhori.
Dengan suara lirih lelaki yang sempat menikah dan memiliki satu anak ini, bercerita awal mula kejadian yang membuatnya ia tidak bisa melihat. Dulu katanya ia mengaku bekerja di Jakarta sebagai tukang las.
Suatu hari saat ia pulang dari Jakarta dengan mengendarai sepeda motor, tiba tiba ketika di daerah Kiaradua ia merasakan penglihatannya gelap. Ia tersentak dan lalu meminggirkan kendaraannya.
“Saat itu kaget bukan kepalang. Kenapa mata saya tiba tiba gelap. Saya berhenti beberapa jam di daerah Kiaradua. Saat saya bisa melihat lagi, saya bergegas pulang, dan alhamdulilah sampai di rumah,” keluh Buhori.
Ke esok harinya Buhori mengalami hal serupa, pandangannya gelap. Karena takut terjadi sesuatu, ia berobat. Namun perkembangannya kian memburuk.
“Saya pernah dirawat di RSUD Jampangkulon dan berobat ke beberapa mantri, namun hasilna seperti ini,” ucapnya.
Empat tahun sudah Buhori alami kebutaan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hanya mengandalkan pemberian dan belas kasihan tetangganya.
Sementara kepala Desa Pasiripis Kecamatan Surade, Nandang Saeful Miqdar yang dihubungi lingkarpena.id di kantornya mengatakan, pihaknya sudah mengetahui hal itu dari laporan RT setempat. Katanya kondisi Buhori memang dalam pantauan pihaknya.
“Benar itu warga kami, dan saya sudah mendapat laporan dari RT nya. Masalah bantua sosial sedang dalam proses pengajuan, masalahnya ia belum memiliki kartu keluarga sendiri dan KTP nya pun sedang dibuatkan, katanya hilang,” singkat Nandang.






