LINGKARPENA.ID | Taman Megalodon, tepatnya yang ada di bunderan Surade, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi perlu perawatan. Beberapa titik pada taman tersebut terdapat kerusakan.
Informasi didapat, Taman Megalodon plus Landmark, dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ( Disperkim ) Kabupaten Sukabumi, Tahun 2021 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 198 juta.
Saat ini di Taman Megalodon ada beberapa titik kerusakan, antara lain beberapa lampu yang mati, replika gigi hiu yang terkelupas, dan Landmark Tulisan Megalodon yang patah.
Kondisi seperti itu sudah cukup lama. Tapi anehnya seperti tidak ada “lirikan” dari pihak berwenang, dalam hal ini Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, untuk melakukan perbaikan.
Pantauan lingkarpena.id dilapangan kerusakan landmark Taman Megalodon disebakan tertimpa baliho sekitar bulan Mei 2024 lalu. Landmark tersebut patah dari dudukannya lantaran tertimpa sebuah baliho yang terpasang di taman tersebut.
Tokoh muda Pajampangan, Iman Budiansyah, SH, buka suara soal Taman Megalodon. Menurutnya, taman Megalodon merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) satu satunya di Kecamatan Surade. Dan lanjutnya, keberadaan taman tersebut sangat dibutuhkan oleh warga Surade.
“Saat ini taman Megalodon banyak dikunjungi oleh masyarakat sekedar untuk berfoto, berkumpul dengan sesama teman tongkrongan, atau malah dijadikan tempat rékréasi dengan menggelar tikar dan makan makan alias botram bersama keluarganya,” tutur Iman.
Selain itu, katanya, Taman Megalodon sering dijadikan meeting point atau sebagai titik temu atau titik jemput bagi masyarakat yang akan bertemu atau menjemput teman, keluarganya yang datang atau pulang dari luar kota.
Letak Taman Megalodon sangat strategis berdampingan dengan Masjid Al jalil yang merupakan masjid dengan status masjid besar sebagai pusat kegiatan keagamaan di Kecamatan Surade. Dan sudah pasti sering dijadikan patokan jika ada masyarakat dari luar kota yang akan berkunjung ke daerah surade.
Pada bulan suci ramadhan Taman Megalodon ramai oleh pedagang dan pembeli yang berburu takjil di wilayah Surade.
“Sangat disayangkan kondisi Taman Megalodon saat ini. Pasalnya, dari sisi penataan, kesannya tidak tertata, acak acakan. Ya, dari sisi tata letak pohon, pot bunga, patung ‘careham hiu’ kurang proporsional, kemudian tidak ada fasilitas kursi taman yang justru itu sangat penting,” papar Iman.
Selain itu, kata Iman, dari sisi pemeliharaan, karena saat ini terkesan tidak ‘dipiara’, banyak bagian tembok yang retak dan rusak dibiarkan tidak diperbaiki. Lampu taman yang terletak ditengah taman pun tidak berfungsi.
“Harapan saya kepada Pemerintah dalam hal ini Dinas Perkim mohon untuk segera diadakan perbaikan dan juga penataan serta pemeliharaan yg bersifat kontinyu,” pungkasnya.






