LINGKARPENA.ID | Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Anang Janur, S.Pd bersilaturahmi dengan warga Pajampangan dalam reses perdana anggaran tahun 2024 – 2025 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/11/2024).
Ratusan hadirin di kegiatan reses perdana itu diantaranya merupakan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda, dan kader, yang hadir dari beberapa kecamatan di Wilayah VI.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Anang Janur mengatakan reses yang dilakukan hari ini, kata dia, secara kebetulan memasuki musim penghujan. Kendati begitu, ungkapnya masyarakat tidak terhalangi oleh cuaca, mereka menyempatkan hadir di kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada warga yang hadir. Dan intinya dalam reses ini kami menyerap aspirasi untuk anggaran tahun 2025. Banyak usulan dari warga yang kami tampung dan akan kami perjuangkan pada 2025, terutama yang masuk skala prioritas,” katanya.
Sambung Anang lagi, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan dimasukan ke dalam Sistem Input Daerah (SID). Namun kata Anang, pada SID tersebut pasti akan dilakukan pemilahan atau seleksi, dilihat dari tingkat kepentingannya dan bersifat mendesak.
“Aspirasi yang kami tampung dan dimasukan ke dalam SID nanti tentunya akan kami lakukan pemilihan, yang kami prioritaskan adalah yang bersifat mendesak atau urgen,” jelas Anang Janur kepada lingkar pena.Id
Memang pada sesi dialog, para peserta menyampaikan berbagai aspirasi dan usulan. Dari sekian banyak aspirasi yang diusulkan, perbaikan infrastruktur jalan dan sektor pertanian menjadi yang dominan.

Anang mengungkapkan, terkait dengan usulan di sektor pertanian, khususnya pengadaan alat pertanian (alsintan) jika di tahun 2025 tidak terealisasi karena keterbatasan anggaran yang ada, secara hirarki pihaknya akan berusaha mengajukan ke dewan provinsi.
“Apa yang di usulkan masyarakat akan segera kami tindaklanjuti. Ini tentunya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Namun untuk alat pertanian Jika tahun 2025 tidak bisa kami realisasikan, kami akan mencoba berkomunikasi dengan provinsi, ini secara hirarki tentunya,” tandas Anang.
Dalam pertemuan itu Anang mengingatkan kepada warga di wilayah VI untuk mulai gemar menanam. Ini sejalan dengan dengan program pemerintah dalam ketahanan pangan.
“Kami mendorong kepada para pemuda, terutama kepada para tokoh masyarakat, agar bisa mengorganisir adanya petani milenial. Itu juga salah satu pemberdayaan, banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan pemuda dalam bidang pertanian,” pungkas Anang.






