PKB Kabupaten Sukabumi Gelar Musyawarah Cabang Penuh Makna

LINGKARPENA.ID | Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi berlangsung khidmat dan penuh pesan strategis, Sabtu (11/4/2026) di Hotel Selabintana. Kegiatan dihadiri jajaran pengurus DPP dan DPW PKB, Dewan Syuro, pengurus DPC dan PAC Se Kabupaten Sukabumi.

 

Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, pimpinan partai politik, serta perwakilan Bawaslu dan KPU, yang menandakan kuatnya sinergi lintas sektor dalam momentum konsolidasi politik tersebut.

 

Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Sukabumi, KH. Abu Bakar Shidiq, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan dalam setiap langkah politik. Ia mengingatkan PKB tidak boleh terlepas dari akar historisnya bersama Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga:  Menyoal Debat Capres-Cawapres 2024, SBY; Lebih Baik Sedikit Berjanji

 

“Politik adalah penjaga agama, dan agama harus menjadi ruh dalam berpolitik. Jangan pernah meninggalkan nilai agama dalam perjuangan politik,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan jabatan politik bersifat sementara, sehingga kader PKB harus tetap berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta menjaga kekompakan antara Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz.

 

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, Hasim Adnan, menyampaikan Muscab menjadi momentum penting dalam memperkuat arah perjuangan partai.

 

“PKB tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Sukabumi yang mubarokah,” ujarnya.

Baca juga:  Ini Nama-nama yang Dipecat PDI-P Selain Jokowi dan Menantu

 

Ia menambahkan, perjalanan panjang perjuangan politik membutuhkan waktu dan konsistensi. Dengan capaian tujuh kursi legislatif di DPRD Kabupaten Sukabumi, PKB dinilai semakin kuat dalam mengawal aspirasi masyarakat.

 

Perwakilan DPP PKB, Ahmad Fauzi yang juga anggota DPR RI, menyampaikan pesan dari Ketua Umum DPP PKB bahwa Muscab serentak di seluruh Indonesia menjadi bagian dari konsolidasi nasional partai.

 

“Berpolitik jangan hanya saat pemilu. Politik harus menjadi ibadah dan sarana perbaikan kehidupan dunia dan akhirat,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan Muscab.

Baca juga:  Konsolidasi Ramadan, Hamzah Gurnita Kumpulkan Struktur PKB Dapil I di Warungkiara

 

Ia juga menyoroti peran strategis PKB dalam kebijakan nasional, seperti deklarasi Hari Santri pada 2015 serta inisiatif Undang-Undang Pesantren pada 2018.

 

Menurutnya, Muscab harus menghasilkan rumusan konkret yang mampu menjawab persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan hingga pelayanan dasar seperti kesehatan.

 

“PKB harus hadir, menjadi pelopor, dan memberi teladan. Tidak boleh ada kader yang diam ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.

 

Acara Muscab juga diisi dengan rangkaian kegiatan seperti pembacaan wahyu Ilahi, penampilan seni budaya, serta menyanyikan hymne PKB, yang semakin memperkuat nuansa religius dan kebangsaan dalam kegiatan tersebut.

Pos terkait