Hati-hati Ruas Jalan Palabuhanratu-Sukabumi Amblas

FOTO: Ruas Jalan Palabuhanratu-Sukabumi tepatnya di Desa Jayanti mengalami amblas dengan lubang menganga dan membahayakan lalulintas.| Ndie

LINGKARPENA.ID | Sebuah insiden mengkhawatirkan terjadi di Kampung Panyawelan, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Dimana disalah satu titik jalan nasional Palabuhanratu – Sukabumi amblas, diduga akibat saluran gorong-gorong yang tersumbat sampah sehingga mengikis tanah dan aspal dan meninggalkan lubang berbahaya bagi pengguna jalan.

Kepala Desa Jayanti, Nandang, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 21 Desember 2024, lubang tersebut yang berada di dekat Suaka Margasatwa atau Cagar Alam Tangkuban Parahu ini disebabkan oleh penyumbatan gorong-gorong oleh material seperti ranting, lumpur dan batu.

Baca juga:  Terkikis Air, Sebuah Bangunan di Bantaran Sungai Cipelang Gunungguruh Sukabumi Ambruk

Nandang menegaskan bahwa genangan air akibat curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama amblasnya jalan tersebut.

“Diameter lubang di permukaan jalan sekitar 2 meter, dengan lebar pengikisan tanah mencapai 5 meter dan kedalaman lubang mencapai 2 meter, ini tentu sangat membahayakan bagi pengguna lalu lintas,” ujar Nandang. Minggu, (22/12/2024).

Dalam upaya mengatasi masalah ini, Nandang menambahkan bahwa pemerintah desa, Polsek, Dinas Perhubungan, serta masyarakat setempat bekerja sama untuk menjaga keamanan area tersebut.

Baca juga:  Jalan di Parungkuda Ditutup untuk Roda 4, Ini Masalahnya!

“Kami melakukan buka tutup arus lalu lintas dari siang hingga malam untuk mencegah kecelakaan,” jelasnya.

Bahkan sejak kemarin, lanjut Nandang, tim dari Kementerian PUPR telah melakukan pemantauan dan penanganan awal dengan memperlebar bahu jalan agar kendaraan dapat melintas dengan aman.

“Alat berat sudah dikerahkan untuk perbaikan lubang ini,” imbuh Nandang.

Baca juga:  Mobil Plat Merah Alamai Kecelakaan di Tikungan Letter S Cikidang, 9 Orang Luka Berat

Nandang juga mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati ketika melintasi area tersebut.

“Kendaraan berat sebaiknya menggunakan jalur alternatif, seperti Pelita – Benteng – PLTU, demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Pos terkait