Dampak Bencana Objek Wisata di Pajampangan Sepi Peminat

FOTO: Objek wisata Pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.| dok: Lingkarpena.id

LINGKARPENA.ID | Pasca bencana longsor, banjir, dan pergerakan tanah yang melanda wilayah Pajampangan, destinasi wisata yang ada di sana langsung sepi. Banyak wisatawan yang membatalkan rencana kunjungannya ke sana. Sektor pariwisata ikut merasakan dampak bencana yang mengguncang Kabupaten Sukabumi. Jumlah wisatawan yang berlibur ke Pajampangan menurun drastis.

Destinasi wisata Ujunggenteng atau Pantai Minajaya misalnya, wisata yang berada di Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Surade ini sepi pengunjung usai bencana. Meskipun kedua kecamatan tersebut tidak terkena dampak langsung bencana kemarin.

Pengelola wisata Pantai Minajaya, Yayat Supriatna, mengungkapkan bahwa menjelang pergantian tahun (Nataru) kali ini penurunan jumlah wisata ke Pantai Minajaya cukup signifikan. Kata dia, kondisi tersebut dimungkinkan salah satu penyebabnya dampak bencana.

Baca juga:  Jelang Nataru, Kemenhub Gelar Posko Pemantauan dan Pengendalian Transportasi

“Pengunjung ke Minajaya menjelang Nataru sepi. Ya mungkin salah satu penyebabnya dampak bencana. Banyak infastruktur jalan yang rusak sehingga perjalanan wisatawan terganggu,” jelas Yayat.

Hal yang sama dikemukakan salah seorang Tour Guide di kawasan wisata Geopark Ciletuh, Supriatna. Ujarnya, sebelum terjadi bencana pesanan (booking) para wisatawan dari luar kota ke beberapa pengelola penginapan dan home stay di kawasan wisata Geopark Ciletuh membludak. Namun sejak terjadi bencana banjir tingkat kunjungan menurun.

Menurut dia, tidak sedikit pengunjung yang sudah reservasi untuk membatalkan atau menjadwalkan ulang kedatangannya, karena khawatir terjadi bencana susulan.

Baca juga:  UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu Tinjau Infrastruktur Dampak Bencana, Gercep Buat Jembatan Sementara

Salah seorang pegiat pariwisata di Ujunggenteng, Sambas, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, tingkat kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) Ujunggenteng menjelang Nataru menurun. Salah satu penyebabnya adalah terganggunya infastruktur jalan menuju ke beberapa destinasi wisata di Pajampangan.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sandi Apriadi, mengungkapkan, sepinya pengunjung dimungkinkan karena pemberitaan sebelumnya terkait dengan adanya bencana banjir dan pergerakan tanah di 39 kecamatan. Hal ini tentu berdampak ke pada ekomoni khusunya industri pariwisata.

Lanjut kata Sandi, setelah dua kali perpanjangan masa darurat bencana, tersisa 3 kecamatan yg masih masuk kategori darurar bencana. Selebihnya ditetapkan menjadi status transisi..

“Dimasa transisi ini, insyaallah kami khususnya dinas pariwisata, tengah melaksanakan recovery atau pemulihan industri pariwisata pasca bencana serta persiapan jelang libur Nataru,” ujar Sandi kepada lingkar pena.id Minggu (22/12/2024).

Baca juga:  Resmi.! Ini Harga Tiket 6 Lokasi Wisata di Sukabumi, Dispar: Waspada Pungli di Lapangan

Dijelaskan Sandi, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memulihkan dunia pariwisata paska bencana yakni dengan mempromosikan destinasi wisata yang sebelumnya sempat tertutup, diantaranya melalui event Ciletuh Geopark Festival, dengan berbagai agenda.

“Upaya Kami untuk memulihkan kembali dunia pariwisata pasca bencana salah satunya dengan menggelar acara Ciletuh Geopark Festival. Acara tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya bersih bersih pantai, Palangpang Ciemas, Open Donasi, Doa bersama, trauma healing, dan promosi festival budaya,” pungkat Sandi.

Pos terkait