LINGKARPENA.ID | Yomart memang belum bisa ditemui di seluruh Indonesia. Tetapi, di Jawa Barat, minimarket ini sudah ada di mana-mana, termasuk di wilayah Sukabumi Selatan, atau orang biasa menyebutnya daerah Pajampangan.
Kehadiran Minimarket terlengkap ini diapresiasi warga Pajampangan, khususnya warga Kecamatan Surade. Kini warga disana lebih cenderung berbelanja di Yomart Minimarket. Bukan karena baru berdiri, melainkan karena kelengkapan yang ada, baik fasilitas maupun barang dagangannya.
“Alhamdulilah hadirnya Yomart di Surade selain tempat berbelanja terlengkap juga bagi kami sebagai sarana hiburan keluarga, dimana anak anak kami bisa bermain dengan senang di sana,” ujar Wahyu (48) warga Desa Kadaleman, Kecamatan Surade.
Kelompok usaha Yogya Departement Store ini sudah memiliki 201 gerai yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Informasi didapat, saat ini toko Yomart sudah berjumlah 201 gerai yang tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Cirebon, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis (termasuk Pangandaran), Cirebon, Indramayu, Majalengka, Sukabumi, Bogor, Subang, Karawang, dan Purwakarta.
Sepertinya Untuk pengembangan wilayah pelayanan, Yomart tetap berfokus pada wilayah di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat. Yomart tergolong agresif dalam mengembangkan sayapnya.
Melejitnya prestasi Yomart jelas sekali berkat konsep yang dipegangnya. Minimarket ini menenteng visi menjadi korporasi ritel internasional terbaik yang terintegrasi. Misinya adalah berkembang bersama masyarakat, dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten, turut meningkatkan taraf hidup komunitas, mengintegrasikan satuan bisnis strategis yang didukung oleh teknologi, unik dan inovatif, juga menguasai pangsa pasar domestik.
Toko Yomart tak dihiasi kaca-kaca. Pintunya didesain lebih lebar ketimbang minimarket pada umumnya. Bahkan, toko ini lebih pas kalau disebut toko kelontong modern. Atau, toko tradisional yang dikemas secara modern. Yomart berusaha menghilangkan kesan eksklusif sehingga pasar segmen bawah lebih berani untuk berkunjung.
Desain fisik yang “wah” ditukar Yomart dengan memberikan keramahan dan keakraban kepada pelanggan maupun lingkungan di sekitar gerai. Target market-nya yaitu pelanggan potensial yang tinggal dalam radius satu kilometer dari titik lokasi toko atau transit traffic di area-area publik. Yomart diposisikan sebagai tempat belanja yang dekat dan hemat.
Maksudnya, jika dilihat dari marketing mix yang disiapkan, produk yang disajikan lengkap sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Produk itu juga harus bermutu alias kualitas yang diperoleh konsumen sebanding atau bahkan melebihi harga yang dibayarkan. Harga yang ditetapkan termasuk terjangkau (hemat). Yomart berusaha memahami keinginan konsumen dan mengajak pelanggannya untuk bijak dan cerdas dalam berbelanja.
Soal tempat, Yomart berupaya untuk dekat dan praktis. Artinya, lokasi toko Yomart secara geografis dekat dengan pelanggannya. Kalau sudah dekat, pelanggan akan lebih praktis dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk urusan promosi, karena yang ditawarkan lebih banyak produk-produk komoditas, Yomart lebih menekankan nilai tambah (value added) yang diperoleh pelanggan.
Itu saja belum cukup. Strategi yang diusung Yomart adalah mengemas hubungan (relationship) antara toko dengan pelanggannya secara khusus. Strategi tersebut juga disiapkan untuk menghadapi kompetisi yang semakin ketat dari waktu ke waktu.






