Rokok Tanpa Cukai Mulai Hilang di Pajampangan

LINGKARPENA.ID | Memasuki bulan suci ramadhan 1445 H, sejumlah rokok tanpa cukai mulai hilang dipasaran, di Pajampangan. Sebelumnya beberapa merek rokok produk beberapa kota di Pulau Jawa, meramaikan peredaran dan penjualan rokok di Selatan Sukabumi.

Tahun 2023 peredaran rokok tanpa cukai booming di Pajampangan. Selain karena harganya murah kemasannya juga menarik minat warga pemakai.

Ada beberapa merk rokok tanpa cukai yang di tahun 2023 menguasai penjualan di pasaran, sebut saja merk Modus, Tali Jaya, JB, Hamind, Blade, Gucci Black dan Guci Stik.

Rokok berkemasan SHM ( Sigarete Hasil Mesin ) ini bisa diperoleh dibeberapa warung eceran. Dengan harga jual rata rata Rp 10.000 per bungkus, isi 20 batang, membuat rokok ini mendapat tempat dikalangan masyarakat bersamu kecil.

Baca juga:  Muhammad Kece Penista Agama Islam Jalani Sidang Lanjutan, Ahli Bahasa Sebut Terdakwa Sesat Berpikir 

Diperoleh informasi, harga perbungkus yang dikenakan kepada penjual oleh agen sebesar Rp 8.000. Dengan sistem senyap transaksi rokok ilegal terus berjalan dipasaran di Pajampangan hingga sekarang, meskipun dalam jumlah terbatas.

Rokok tanpa cukai alias ilegal ini acap kali tampil, diborong oleh warga yang punya acara, misalnya hajatan, kegiatan kerja bakti, bahkan sampai kegiatan membangun rumah. Karena murah ini lah alasan warga memilihnya

Baca juga:  Puluhan Penyandang Disabilitas, Jalani Proses Pembuatan SIM di Satpras Polres Sukabumi Kota

“Kalo beli rokok biasa sebungkus Rp 20.000 , beli tali jaya ( merk rokok-red ), bisa dapat dua bungkus,” ucap Unang warga Kp. Cimareme Desa Ciracap, Kabupaten Sukabumi yang mengaku sehari membeli dua bungkus rokok murah meriah itu.

Agustus 2023, Satpol PP Kabupaten Sukabumi pernah melakukan sosialisasi indentifikasi peredaran rokok cukai ilegal di empat kecamatan di Pajampangan, diantaranya di Kecamatan Surade, Ciracap, Cibitung , dan Kecamatan Jampang kulon.

“Kami tidak akan memberi ruang kepada para pelaku pemalsu cukai rokok maupun rokok tanpa cukai atau ilegal untuk beredar di Kabupaten Sukabumi,” kata U. Burhanudin, Plt. satpol PP Kabupaten Sukabumi ketika itu.

Baca juga:  Angkot Mogok Operasi, Jawab Kadishub Kota Sukabumi

Sosialisasi yang pernah dilakukan Pemda Kabupaten Sukabumi terkait dengan maraknya peredaran rokok tanpa cukai di Pajampangan, berkolaborasi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bogor.

Meredanya peredaran rokok tanpa cukai di Pajampangan, menurut informasi salah seorang pedagang rokok tersebut, karena tidak adanya pasokan dari daerah pembuat.

“Sekarang kan sedang ada kegiatan operasi kepolisian, karena takut kena razia ahirnya para pemasok tidak berani spekulasi. Sekarang rokok yang ada hanya satu merk saja,” kata pedagang yang identitasnya minta dirahasiakan.

Pos terkait