LINGKARPENA.ID | Ikon landmark “Karanghawu Beach” di kawasan Pantai Karanghawu, Desa dan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, roboh pada Senin (20/1/2025).
Kejadian ini diduga akibat material penyangga yang rapuh setelah sering diterjang angin laut kencang.
Berdasarkan informasi dari salah satu warga yang melintas, Jaenudin (41) mengatakan kerusakan landmark ini terjadi pada Jumat (17/1/2025), sekitar pukul 14.30 WIB, setelah kawasan tersebut dilanda hujan deras dan angin kencang.
“Saya lihat hari kematin sore udah hilang sebelah itu nama Karanghawu Beach, tinggal sisa Hawu Beach saja, itu roboh besi nya udah keropos,” ujarnya.
“Iya mungkin karena sudah lapuk, sering diterjang angin kencang, terlebih angin laut ini kena besi cepat aus, jadi berkarat gitu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi menjelaskan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan langsung melakukan pengecekan di lokasi.
Langkah awal tersebut yang diambil, kata Sendi adalah pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan sementara.
“Kerusakan terjadi pada bagian tiang penyangga huruf ‘Karang’, yang roboh karena lapuk dimakan usia,” timpalnya.
“Ikon ini sangat penting karena menjadi daya tarik wisatawan untuk berfoto dan mengabadikan momen liburan mereka. Kami akan segera memperbaiki kerusakan ini secara menyeluruh,” jelasnya.
Sendi menambahkan, ikon landmark tersebut sudah beberapa kali mengalami kerusakan karena lokasinya yang berada di pinggir pantai dan sering diterjang angin laut.
Sendi pun menyebutkan bahwa desain landmark akan ditinjau ulang untuk menghindari kerusakan serupa di masa mendatang.
“Kerusakan seperti ini sudah sering terjadi. Sebelumnya, kami baru saja melakukan perbaikan. Namun, jika terus diperbaiki dengan desain yang sama, masalah serupa akan terus berulang. Oleh karena itu, kami berencana mengubah desainnya,” paparnya.
Sendi juga menekankan pentingnya keselamatan pengunjung. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan membongkar sementara ikon tersebut dan segera mengusulkan rencana pembenahan.
“Saat ini, ikon landmark sudah kami bongkar untuk mencegah risiko terhadap wisatawan. Kami juga sedang mempertimbangkan apakah tetap mempertahankan desain lama atau menghadirkan tampilan baru. Yang pasti, ini demi keamanan dan kenyamanan para,” pungkasnya.






