LINGKARPENA.ID | Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi menjadi objek study toor Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) dan SMAIT Salsabila Boarding School Subang Jawa Barat.
Wawasan kedokteran merupakan salah satu pengetahuan yang mendalam tentang bidang kedokteran. Wawasan kedokteran dapat mencakup pengetahuan tentang penyakit, organ tubuh dan cara penanggulangannya.
Melalui Plt Direktur RSUD R Syamsudin SH, H. Yayan Rusyandi menjelaskan, study toor para siswa ini sebagai upaya untuk memberikan inspirasi sekaligus gambaran bagaimana mengabdi di fasilitas layanan masyarakat.
“Tentunya ini sebagai upaya memberikan edukasi bagi para siswa ya bagaimana itu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan cara mengabdikan diri kepada masyarakat,” jelas Yanyan, Senin 20 Januari 2025.
Lanjutnya, RSUD Syamsudin SH, merupakan salah satu rumah sakit rujukan regional di Jawa Barat. Dan itu meliputi cakupan beberapa wilayah diantaranya, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Rangkas Bitung Provinsi Lebak Banten, sebagian.
“Untuk jumlah pegawai mencapai 1.500 orang, jumlah pasien rawat jalan mencapai 500 hingga 600 pasien per hari. Untuk di IGD 150 sampai 170 pasien per hari dan jumlah operasi 30 hingga 50 pasien per hari,” tuturnya.
Terpisah, Penasehat Yayasan Al Bairuhaa dr. Suherman berterim kasih kepada pihak RSUD R Syamsudin SH yang sudah menerima dengan baik para siswa yang turut menimba ilmu di rumah sakit daerah Kota Sukabumi ini.
“Tentunya ini menjadi suatu kebanggan bagi kami sudah bisa bersilaturahmi dan kegiatan ini bisa membuahkan satu hal yang unbelievable. Saya ucapkan terima kasih untuk penerimaan ini, PT Haksan adalah mantan kepala sekolah Asifa Boarding School,” terangnya.
Suherman membeberkan, Sekolah Asifa di Subang ini sudah mempunyai empat sekolah dengan jumlah murid sekitar 8.000 orang. Sementara di Boarding School mempunyai program setiap anak bisa mendapatkan inspirasi untuk mewujudkan cita-cita besar mereka dan orang tuanya.
“Kami bersyukur kegiatan ini bisa berjalan lancar. Ya bisa berdiskusi dan tanya jawab dengan lancar. Juga kegiatan kunjungan mereka ke ruang perawatan yang ada di rumah sakit Syamsudin SH ini,” tutupnya.






