Longsor di Kota Sukabumi Ancam 2 Rumah dan Tutup Akses Jalan Warga

FOTO: Akibat tembok penahan tanah TPT ambruk di Kelurahan Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi, dua rumah warga terancam ambruk pada Sabtu (1/3) BPBD imbau warga.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Sukabumi, menyebutkan terdapat sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama pada Sabtu (1/3/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, titik ambruknya TPT terjadi di Kampung Tegal Wangi RT 004/002, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Titik Koordinat -6,9178910, 106,9068570.

“Kejadiannya sekira pukul 04.45 WIB, pemicunya akibat cuaca ekstrem hujan lebat berdurasi lama. Setelah kami menerima laporan adanya kejadian itu, kami langsung menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan asesmen dan penanganan lanjutan,” kata Novian dalam keterangannya diterima Lingkarpena.id Sabtu (1/3).

Baca juga:  Kemeriahan Serah Terima 114 Siswa Baru di SDN Cipanas Kota Sukabumi

Lebih lanjut Novian menyebutkan, saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kota Sukabumi pelapor mendengar suara gemuruh yang terjadi Sabtu ( 1/3 ) dini hari.

Setelah di periksa terdapat longsor TPT pagar rumah atas nama Ari Mulya Rahman (1KK 4Jiwa ) hingga menyebabkan terdampak nya 1 Unit rumah dan 2 unit rumah terancam.

Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Adapun, kerugian materil masih dalam perhitungan petugas. Namun demikian, hingga saat ini petugas sudah melakukan penanganan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Baca juga:  Data Terupdate Bencana Kabupaten Sukabumi, Ini Nama-nama Korban Jiwa

“Alhamdulillah tidak ada korban. Namun hasil asesmen petugas ada satu unit rumah terdampak dan dua unit rumah warga terancam, rumah milik Budi Hartono yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa, dan rumah milik Ciming yang dihuni satu kepala keluarga dengan tujuh jiwa,” paparnya.

Ia menambahkan, material reruntuhan TPT yang memiliki ukuran panjang 6 meter, luas 2 meter dan tinggi 4 meter itu menutupi akses jalan warga.

“Kondisi bangunan TPT sudah miring dan retak. Material reruntuhan hingga kini belum ditangani, namun pemilik rumah ada kesanggupan untuk menanganinya, mau dikulikan ke tukang,” beber Novian.

Baca juga:  Senjata Makan Tuan, Petani Ciemas Tewas Tersengat Listrik Buatan Sendiri

Ia memegaskan, BPBD Kota Sukabumi terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani bencana yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kami minta warga untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam, terutama saat musim hujan seperti saat ini. Jika terjadi bencana alam warga bisa langsung melaporkannya kepada petugas agar segera dilakukan penanganan,” pungkasnya.

Pos terkait