Soal Anak Diduga Keracunan Obat, Mantri Suwanda Buka Suara

LINGKARPENA.ID | M. Rifki Afriansyah, bocah lelaki umur 5 tahun, anak kedua pasangan Irwan (39) dan Nani Suryani (36) warga Kampung Selajambe RT 003/001, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yang diduga mengalami keracunan obat, kini kondisinya mulai membaik.

 

Ditemui Lingkarpena.id dikediamannya, Nani Suryani tak banyak komentar soal permasalahan yang dialami anak bungsunya itu. Ia hanya berharap kondisi kesehatan anaknya terus membaik.

 

“Alhamdulilah sekarang kondisi anak saya semakin membaik. Saya tidak akan menuntut lain lain, ya g penting anak saya sehat,” kata Nani lirih.

 

Diceritakan Nani, awal kejadian ketika badan anak bungsunya mengalami panas dan ada bintik merah. Lalu ia membawanya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di daerah Cipeundeuy pada 24 Januari 2025 lalu, disana ia dilayani bidan. Beberapa obat diberikan bidan sesuai dengan keluhan pasien.

 

Karena merasa tidak ada reaksi, dan bintik bintik merah bertambah, keesokan harinya, (tgl 25/01/2025), Nani membawa anaknya berobat ke salah seorang mantri

setempat, H. Suwanda, di Kampung Jagamukti, Surade.

 

“Waktu itu pa Mantri tidak ada, dan saya dilayani oleh anaknya, ” ujar Nani.

Baca juga:  Modus Tipu Kendaraan di Sukabumi Dibekuk Polisi

 

Nani memperlihatkan beberapa obat yang diterimanya dari Klinik H. Suwanda, yakni berupa hubafetamin syr 3×1 cth (betametasone + dexclorpeniramin maleat), flutop-c syr 3×1 cth (PCt, Guaefenesin, dextrometropan Hbr, phenilpropanolamin, CTM), donperidon syr 3×1 cth, Acyclovir 3×200 mg, dan Acyclovir cr 3×1 ue.

 

Namun sorenya, usai diberi obat kulit anaknya malah melepuh dan nyaris menutupi diseluruh tubuh. Karena khawatir terjadi hal membahayakan akhirnya Nani membawa anaknya ke RSUD Jampangkulon, dan dirawat selama dua pekan.

 

Menyikapi permasalahan ini, Kepala UPTD Puskesmas Buniwangi Kecamatan Surade yang membawahi Puskesmas Pembantu ( Pustu ) Cipeundeuy, Yogianto, S.K.M., menuturkan bahwa hasil investigasi yang dilakukannya, pada saat pasien berobat di Pustu Cipeundeuy diberikan berupa obat racikan dengan isian paracetamol sy, ctm, GG dan BC.

 

“Selain itu kami pun memonitoring perkembangan anak tersebut. Pada 11 Februari 2025 beberapa nakes kami instruksikan untuk melakukan kunjungan terhadap pasien tersebut,” kata Yogianto.

 

Lanjut ujar dia, pasien didiagnosa mengalami Steven Johnson Syndrom (SJS)+ candidiasis. “merupakan penyakit kulit autoimun yang biasanya lebih banyak disebabkan dri obat. Bisa dikatakan reaksi alergi obat,” jelasnya.

Baca juga:  Jembatan Putus, Ratusan Warga Desa Loji Terjebak Isolasi Akibat Banjir Sungai Cidadap

 

Saat dikonfirmasi lingkarpena.id pada Sabtu ( 2/3/3025 ), H. Suhanda membenarkan bahwa pasien atas nama Rifki Afriansyah ( 5 tahun ) pernah dibawa ke kliniknya. Bahkan ia sendiri mengaku pernah menanganinya.

 

Dijelaskan H. Suwanda, pada saat pasien atas nama Rifki Afriansyah berobat ke kliniknya, saat itu ia sedang diluar rumah. Dan pengobatannya dilayani anak pertama yang sudah bergelar dokter, yakni Dr. Sendi Anugerah.

 

“Obat yang anak saya berikan tentunya sesuai dengan keluhan pasien. Dan jika dilihat rekam medisnya pasien tersebut sudah berobat beberapa kali. Pertama kali berobat pada tahun 2021. Terus masih di tahun yang sama tepatnya di bulan Maret ia berobat lagi, dan obat yang diberikan masih obat yang sama dengan obat terdahulu, ” terang H. Suwanda, atau warga Pajampangan mengenalnya dengan sebutan mantri Anda.

 

Kata dia lagi, kalau ada indikasi keracunan obat tentunya sudah sejak pertama kali datang, tahun 2021, sudah terjadi. ” Iya kalau memang dia keracunan obat mestinya dari dulu sejak ia datang berobat ke sini. Dulu juga dikasih obat yang sama dengan yang kemarin,” tambah H. Suwanda..

Baca juga:  Heboh, Bayi dan Secarik Kertas Ditemukan Warga di Pos Ronda Kampung Babakan Sukabumi

 

Usai dijenguk Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar Rika Yulistina, kasus diduga keracunan obat mulai rame di media. Sebagai Perwakilan dari Komisi IV, ia sangat menyayangkan kejadian tersebut

 

“Kejadian ini sangat miris sekali, perlu adanya kontrol atau pengawasan dari pihak pemerintah ataupun Dinas terkait, kedepannya jangan ada kejadian seperti anak itu lagi. Dan untuk urusan kedepannya karena kejadian ini harus ada yang mempertanggung jawabkannya, maka saya serahkan urusan ini ke APH,” pungkasnya.

 

Kapolsek Surade Polres Sukabumi saat dikonfirmasi mengaku telah melakukan pemanggilan kepada pengelola klinik tersebut. Dan menurutnya kasus diduga keracunan obat tidak benar adanya. Ini sesuai dengan hasil penyidikan. Dengan bukti bukti tertulis lengkap, mulai dari rekam medis termasuk riwayat pasien, semua dilakukan pemeriksaan ketat.

 

“Saya menduga anak tersebut mengalami alergi kulit berlebih. Dan saat itu kondisi daya tahan tubuh anak sedang lemah,” pungkas Iptu Ade Hendra.

Pos terkait