Habiskan Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah, Ternyata Ornamen Penyu Gado Bangkong Palabuhanratu cuma Terbuat dari Kardus dan Bambu

FOTO: Inilah ornamen Penyu yang ada di Alun-alun Gado Bangkong Palabuhanratu yang ambruk dan viral kemudian menghilang. Sekda berikan penjelasan| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Rusaknya beberapa titik di Ruang Terbuka Hijau Alun alun Gadobangkong di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menuai kritikan warga, terlebih kerusakan pada ornamen patung Penyu. Warga menilai ornamen Penyu tersebut dibuat terkesan asal asalan.

Menanggapi hal tersebut, Imran Firdaus, pihak kontraktor yang melaksanakan pengerjaan proyek Alun alun Gadobangkong kepada awak media mengatakan, bahwa pihak kontraktor sudah melakukan kewajibannya sesuai dengan aturan dalam pengadaan barang dan jasa sesuai aturan pelaksanaan pekerjaan.

Baca juga:  Oknum Guru di Sukabumi Dipolisikan, Begini Kronologisnya

“Kami sudah melakukan serah terima dua kali, pertama pada Februari 2024, itu serah terima pertama dengan masa pemeliharaan selama enam bulan. Dan serah terima kedua pada Agustus 2024,” ujar Imran kepada awak media.

Terkait viralnya pada patung Penyu terdapat kardus, Imran menuturkan, kardus hanya digunakan sebagai media untuk menempelkan resin. Diakuinya patung Penyu memang tidak dibuat dari coran semen melainkan berbahan resin dan fiberglas.

Baca juga:  Viral Video Uang Palsu dalam Kardus, Begini Penjelasan Kapolsek Sukaraja

“Kami mengerjakan sesuatu itu diawasi dan tentunya berdasarkan pada aturan dalam pelaksanaan pekerjaan, yang ditentukan oleh pengawas,” ungkapnya kepada awak media belum lama ini.

Menanggapi persoalan itu, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo mengatakan, pihaknya masih menunggu anggaran dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk melakukan perbaikan fasilitas di alun-alun Gadobangkong.

Baca juga:  Disperkim Awali Pembangunan Tugu Nol Kilometer Kabupaten Sukabumi

“Anggarannya tidak ada di DLH, tapi di Perkim. Penganggarannya masih di Perkim tahun ini. Kami hanya sebagai pengelola, jadi masih menunggu anggaran dari Perkim untuk perbaikan,” jelas Prasetyo kepada awak media.

Sementara, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat, yang dihubungi melalui saluran ponselnya hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Pos terkait