LINGKARPENA.ID | Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus menyebut pihaknya akan terus berinovasi dalam meningkatkan akses layanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat. Langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Pelayanan KB serentak di Pasar Tradisional se-Kabupaten Sukabumi.
“Kegiatan ini bekerja sama dengan UPTD Pengendalian Penduduk (Dalduk) dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di seluruh Kabupaten Sukabumi. Langkah ini dilakukan sebagai langkah proaktif agar layanan KB lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama perempuan usia subur yang ada di pasar tradisional,” Jelasnya, Senin (17/03/2025).
Pada pelayanan serentak ini, telah tercatat lebih dari 256 akseptor (penerima) KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan 325 akseptor Non-MKJP di 10 kecamatan Kabupaten Sukabumi. “Jumlah ini diperkirakan terus bertambah, seiring dengan berlangsungnya kegiatan pelayanan,” sambung Uus.
Menurut Uus, penyediaan layanan KB di pasar tradisional merupakan pendekatan inovatif dan strategis dalam mendukung Program KB Nasional.
“Dengan mendekatkan layanan KB ke pasar tradisional, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi dan akses terhadap layanan ini. Ini akan meningkatkan partisipasi dalam program KB, serta berkontribusi pada peningkatan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga,” cetusnya.
Sementara itu, Ia juga mengaku dengan kegiatan ini tidak hanya mendekatkan pelayanan KB, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga.
“Sosialisasi kesehatan reproduksi di pasar tradisional juga menjadi bagian dari edukasi bagi perempuan dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan memilih metode KB yang sesuai,” pungkas Uus.






