LINGKARPENA.ID | Menghadapi tantangan lingkungan yang kian kompleks di wilayah perkotaan dan permukiman padat penduduk, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi merumuskan strategi dalam pemeliharaan dan perbaikan saluran drainase. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya keluhan masyarakat terkait genangan air, banjir lokal, serta buruknya sanitasi akibat saluran yang tersumbat atau rusak.
Sekretaris Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi menyampaikan bahwa strategi pemeliharaan dan perbaikan saluran drainase secara rutin dan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
“Strategi kami yaitu Memastikan fungsi awal drainase sebagai saluran air hujan bukan sebagai saluran limbah rumah tangga (black and grey water), melakukan pengerukan sedimentasi di dalam saluran drainase, Melaksanakan monitoring jaringan drainase terbangun untuk mempermudah identifikasi kualitas drainase secara fisik dan fungsinya,” ujar Herdiawan kepada Lingkarpena.id, Kamis (22/05/2025).
Sementara itu, permasalahan drainase di kawasan padat penduduk berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang serius, seperti banjir lokal, pencemaran air, kerusakan jalan, dan risiko kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Disperkim memprioritaskan penanganan sistem drainase sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan permukiman yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
“Dengan strategi yang dilakukan, diharapkan bisa menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata dan tahan terhadap risiko bencana hidrometeorologi. Pemeliharaan drainase yang berkelanjutan akan menjadi fondasi bagi perencanaan kota yang resilien dan inklusif di masa depan,” tutupnya.






