Kawanan Monyet Jarah Hasil Kebun Warga di Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Sudah hampir tiga bulan berjalan warga di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, diresahkan dengan kemunculan gerombolan monyet. Hewan tersebut menjarah dan merusak lahan pertanian mereka.

 

Abah Lili (60) seorang warga disana mengatakan, beberapa lahan pertanian warga yang dijarah kawanan monyet antarain di wilayah Ranggon, Cibuluh dan Nenggeng. Kawanana monyet itu menjarah hasil kebun seperti jagung, ketimun, cabai, pisang dan lainnya.

 

“Ya sudah hampir tiga bulanan gerombolan monyet itu datang dan menjarah hasil kebun. Sayuran sayuran milik warga pada hancur,” ujar Abah Lili.

Baca juga:  Ratusan Kawanan Monyet Serang Pemukiman di Sukabumi, Warga Dibuat Resah

 

Lanjut kata Abah Lili, gerombolan monyet itu datang 3 – 4 kali setiap harinya, dan setiap kali datang dengan jumlah ratusan ekor. Warga pun bertanya tanya darimana asal kawanan monyet itu datang.

 

“Kami mengalami kerugian akibat serangan monyet itu. Kami berharapa ada upaya penanganan dari pihak terkait.

Serangan monyet sudah membuat petani di sini rugi karena banyak hasil pertanian yang dimakan dan dirusak monyet,” tambah Bah Ajat.

Baca juga:  Angin Kencang Rusak Sejumlah Rumah dan Bangunan di Kota Sukabumi

 

Adanya serangan gerombolan monyet itu bak makan buah simalakalma, kalau dibiarkan petani akan mengalami kerugian, jika monyet itu di halau ditakutkan menyerang balik.

 

” Warga sudah mengusir monyet-monyet tersebut sebisanya agar tidak masuk perkebunan. Namun itu hanya sesaat, terkadang dibiarkan begitu saja dan kami tidak berani mengusirnya karena takut menyerang, lebih baik menghindar dan membiarkan hasil kebun dijarah monyet, ” tandas Abah Lili.

Baca juga:  Empat Korban Pengedara Motor di Kota Sukabumi Tertimpa Pohon, Polisi Ambil Tindakan

 

Kedatangan monyet tersebut disebabkan karena habitat asalnya rusak, sehingga menjarah kebun warga untuk mendapatkan makanan.

 

Sementara Pemerintah Desa Tegapanjang Kecamatan Cireunghas melalui Sekretaris Desa Deni mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari warga terkait peristiwa adanya penjarahan serta perusakan lahan pertanian warga oleh gerombolan monyet.

 

“Kami akan menugaskan kepala dusun (kadus) ke wilayahan untuk mengecek dan menghimpun data ke wilayah lahan pertanian yang dijarah itu,” ucap Deni ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp.

Pos terkait