Kasus Peluru Nyasar yang Tewaskan Petani di Tegalbuleud Sukabumi Memasuki Babak Baru

LINGKARPENA.ID | Kasus peluru nyasar yang menewaskan seorang petani di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa ( 22/4/2025 ) lalu, kini memasuki babak baru.

 

Pernyataan itu di sampaikan Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, kepada awak media. Hal itu disampaikan usai dirinya meresmikan TMC di Parungkuda, pada Rabu (28/5/2025).

 

“Saat ini sedang dilakukan proses pemberkasan. Kita masih menunggu petunjuk dari jaksa penuntut umum. Bila berkas perkaranya sudah lengkap akan segera kita limpahkan,” ujar AKBP Samian.

 

Diketahui, inisial JF, yang berprofesi sebagai anggota Satpam di sebuah perbankan menjadi tersangka dalam kasus peluru nyasar tersebut.

 

Diberitakan Lingkarpena.id sebelumnya, Otib ( 79 ), warga Kampung Cipancur RT 07/02, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban peluru nyasar dari pemburu babi hutan.

Baca juga:  Dilokasi Kecelakaan Mobil, Kapolres Sukabumi Sigap Atur Lalulintas

 

Peristiwa itu terjadi di Kampung Cisujen blok Naringgul, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa malam (22/4/2024), sekira pukul 23.00 WIB.

 

Korban merupakan petani yang biasa melakukan aktivitas bertani Huma di lahan Perhutani Blok 10 Cisujen, Desa Sumberjaya. Dalam bertani humanya almarhum ditemani Eem ( 60 ), isterinya, dan kedua saudaranya, Sakim ( 82 ) serta Ibrohim ( 79 ).

 

Menurut keterangan Eem, insiden tragis itu terjadi pada Selasa ( 22/4/ ) sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu Eem dan almarhum tengan beristirahat di tempat terpisah. “Saya tidur di saung, sementara suami saya tidurnya diatas saung conat ( saung yang ditinggikan posisinya ),” kata Eem dengan suara terbata bata.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Turun ke Pantai, Ingatkan Wisatawan Waspada Ombak dan Utamakan Keselamatan

 

Lanjut kata Eem lagi, ditengah kesunyian malam dirinya tiba tiba mendengar suara letusan, dan Eem menganggapnya ada babi hutan yang tertembak. Namun tiba tiba ia mendengar suara rintihan manusia. ” Aduh…umi weya tulungan.., ” kenang Eem menirukan suara rintihan suaminya.

 

Bukan kepalang terkejutnya ketika Eem mengetahui suara rintihan itu adalah suara suaminya yang meminta pertolongan. ” Saat itu suami saya sudah berada dibawah, mungkin merangkak lalu terjatuh., ” tambah Eem.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Bagikan Ratusan Sarung, Momen 'Tarling' Ramadhan

 

Saat melihat suaminya bersimbah darah, Eem menangis sejadinya sambil memanggil manggil saudaranya, Sakim ( 82 ) dan Ibrohim ( 79 ) yang berada di saung, berjarak puluhan meter dari tempat kejadian. Setelah kedua saudaranya datang menghampirinya, Eem mengaku tak ingat apa apa, tak sadarkan diri.

 

Otib sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon, lalu dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk dilakukan autopsi pada Rabu (23/4/2025).

 

Hasil autopsi menunjukkan Otib mengalami luka tembak cukup dalam di bagian punggung yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan pendarahan serius hingga mengakibatkan kematian.

Pos terkait