Soal Spanduk Penggabungan Beberapa Kecamatan ke Kota Sukabumi. DPRD Kabupaten Sukabumi: Kawal Dulu Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara

LINGKARPENA.ID | Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDIP Anang Janur beri tanggapan Soal baligo/benner yang dianggap propaganda penggabungan beberapa kecamatan yang ada di wilayah Cisaat, Sukabumi, Sukaraja, Sukalarang, Gunung Guruh untuk bergabung ke Kota Sukabumi.

 

Ia menyebut bahwa wacana ini berbenturan dengan agenda awal yang telah bergulir dikancah nasional. Mengingat kata Anang, agenda awalnya adalah pemekaran wilayah Sukabumi Utara dan bukan bergabung ke Kota Sukabumi.

 

“Hari ini kita mengkhawatirkan dulu tidak jadinya pemekaran Kabupaten Sukabumi, karena ada polemik beberapa kecamatan khusus wilayah utara ingin masuk ke kota bahasanya,” ungkap Anang.

Baca juga:  Hendak Perang Tanding, 36 Pelajar SLTP di Sukabumi Diamankan Polisi

 

“Mungkin ya, mungkin perencanaannya pun juga itu salah satunya dulu yang saya tahu waktu di Komisi Satu, nah kaitan dengan pemekaran 21/26, terbagi dari 47 kecamatan. Nah hari ini muncul lagi model semacam kaitan dengan isu penggabungan bahasanya konflik lah dianggapnya konflik oleh pusat,” tambahnya.

 

Dewan asal Daerah Pilih (Dapil) IV Kabupaten Sukabumi ini juga menyebut bahwa wacana pemekaran Kabupaten Sukabumi telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), jadi hanya tinggal menunggu waktu pengesahannya saja.

Baca juga:  STQ Tingkat Pesantren dari 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Tahun 2023 Siap Digelar

 

“Nah ini (pemekaran) sudah masuk ke dalam Prolegnas berarti kita menunggu, bahkan berita dari pada nasional itu sudah istilah beberapa kabupaten termasuk Kabupaten Sukabumi akan ada pemekaran untuk wilayah utara,” ucap Anang.

 

Terakhir Ia menegaskan bahwa seharusnya yang menjadi perjuangan adalah pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara, bukan malah muncul isu baru soal bergabung ke Kota Sukabumi.

Baca juga:  Bupati Marwan Geram, Soal Ditemukan Botol Miras di Ruang Rapat Setda

 

“Yang saya inginkan jadi pemekaran ya mungkin untuk secara kemandiriannya dan juga tanggung jawabnya, wilayahnya, masing-masing itu lebih bagus lah,” tegasnya.

 

“Apakah ini ada politisasi? Nah itu yang yang dikhawatirkan gitu kan, terlebih dikhawatirkan tidak terjadi yang lagi pemekaran, Bahkan kita tuh mendamba-dambakan untuk adanya pemekaran,” tutupnya.

Pos terkait